Sabtu, 18 Desember 2021 16:45:16

Kasus Omicron Tambah Dua Pemerintah Tanggap Darurat, Positif + 232 Sembuh + 214 Meninggal + 12

Kasus Omicron Tambah Dua Pemerintah Tanggap Darurat, Positif + 232 Sembuh + 214 Meninggal + 12

Beritabatavia.com - Berita tentang Kasus Omicron Tambah Dua Pemerintah Tanggap Darurat, Positif + 232 Sembuh + 214 Meninggal + 12

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali menemukan dua kasus positif varian Omicron. Sehingga Indonesia sudah teridentifikasi tiga kasus ...

Kasus  Omicron Tambah Dua Pemerintah Tanggap Darurat, Positif + 232 Sembuh + 214 Meninggal + 12 Ist.
Beritabatavia.com -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali menemukan dua kasus positif varian Omicron. Sehingga Indonesia sudah teridentifikasi tiga kasus Covid-19 varian Omicron.

Juru bicara program vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, dua kasus baru ini merupakan hasil pemeriksaan sampel dari 5 kasus probable Omicron yang baru kembali dari luar negeri. Satu kasus datang dari Amerika Selatan dan satu lainnya dari Inggris.

"Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ (42) laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan serta M (50) laki-laki, perjalanan dari Inggris. Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet," kata dr Nadia seperti dikutip dari laman Kemenkes RI, Sabtu (18/12/2021).

Penemuan varian Omicron ditambah ditengah memasuki libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) tentu berpotensi menimbulkan lonjakan kasus. Untuk itu,Pemerintah melakukan upaya tanggap darurat agar Indonesia terhindar dari lonjakan kasus Covid-19 ketiga.

"Untuk itu penting mempertahankan kondisi pandemi Indonesia yang saat ini cenderung terkendali yang dicapai setelah kita bersusah payah menurunkan lonjakan kedua," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.

Menurut Prof Wiku, ada dua upaya kunci yang sudah dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya varian baru dan mempertahankan terkendalinya kondisi kasus di Indonesia saat ini. Misalnya penutupan sementara pintu masuk perjalanan dari negara dengan transmisi Omicron dan negara sekitarnya. Meskipun warga negara Indonesia (WNI) tetap diperbolehkan masuk tetapi dengan syarat ketat yaitu 14 x 24 jam untuk WNI dari negara dengan transmisi omicron. Kebijakan dibuat tidak pandang bulu dan ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat sesuai Surat Edaran Satgas No. 23 Tahun 2021 dan adendumnya serta surat edaran Satgas nomor 25 Tahun 2021.

"Kita tidak boleh lengah terlebih sebentar lagi kita akan memasuki periode Nataru yang cenderung meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat sehingga potensi meningkatkan penularan Covid-19," tegas Prof Wiku.

Update Covid-19 Nasional
Sementara update informasi covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah  Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Sabtu 18 Desember 2021 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

Pasien positif          +     232 jumlah total  4.260.380 orang
Pasien sembuh       +     214 jumlah total  4.111.464 orang
Pasien meninggal    +      12 jumlah total     143.998 orang

Update covid-19 di DKI
Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Sabtu 18 Desember 2021.Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

Pasien Positif            +     74 jumlah total  864.601 orang
Pasien Meninggal       +      0 jumlah total    13.583 orang
Pasien sembuh          +     32 jumlah total  850.751 orang

terpapar

foto : Situasi Covid-19 di Indonesia periode 17 Desember 2021

Sementara untuk mempertahankan kondisi kasus di dalam negeri yang tengah terkendali, setidaknya ada 4 hal yang perlu diperhatikan dan menjadi langkah kunci. Pertama, mobilitas masyarakat. Sayangnya, data Google Mobility menunjukkan adanya peningkatan sejak Juli hingga Desember 2021 seperti di terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan, pusat perbelanjaan retail, rekreasi taman atau ruang terbuka publik serta perkantoran.

Kedua, cakupan vaksinasi dosis lengkap. Karena cakupan yang tinggi menunjukkan perlindungan terhadap masyarakat juga maksimal. Sayangnya, baru 3 provinsi yang cakupannya mencapai 70% yaitu Kepulauan Riau, DI Yogyakarta dan Bali. Sementara, 31 provinsi lagi capaiannya dibawah 70%. Atau setidaknya ada 19 provinsi yang capaiannya masih dibawah target WHO yaitu 40%.

Ketiga, protokol kesehatan. Hal ini paling penting, karena selama Covid-19 masih ada, maka protokol kesehatan adalah harga mati dan perlu secara disiplin. Beberapa lokasi menunjukkan kedisiplinan cukup baik memakai masker. Namun, masih ada beberapa lokasi yang kepatuhannya rendah, seperti pemukiman penduduk, kedai makanan, stasiun dan Terminal serta pasar rakyat.

Keempat, testing dan tracing. Keduanya hal utama mendeteksi kasus secara masif. Pendeteksian yang semakin cepat dan masif dapat mencegah meluasnya penularan dan dapat meningkatkan potensi kesembuhan karena segera ditangani. Saat ini angka testing terus meningkat melebihj 1,6 juta orang per minggu ini. Namun, jumlah ini didominasi pemeriksaan antigen sebesar 88%, sedangkan PCR sebesar 12%.

"Untuk itu 4 langkah kunci harus kita upayakan bersama agar kondisi kasus tetap terkendali dan tidak menjadi peluang bagi virus, termasuk varian baru untuk menular dan mengakibatkan naiknya kasus," ujar Prof Wiku Adisasmito.O son

Berita Lainnya
Minggu, 16 Januari 2022
Jumat, 14 Januari 2022
Kamis, 13 Januari 2022
Rabu, 12 Januari 2022
Selasa, 11 Januari 2022
Jumat, 07 Januari 2022
Kamis, 06 Januari 2022
Rabu, 05 Januari 2022
Selasa, 04 Januari 2022
Senin, 03 Januari 2022
Minggu, 02 Januari 2022
Sabtu, 01 Januari 2022