Selasa, 18 Januari 2022 17:32:08

Displin 5M & 3T Antisipasi Puncak Varian Omicron, Positif + 1.362 Sembuh + 564 Meninggal + 9

Displin 5M & 3T Antisipasi Puncak Varian Omicron, Positif + 1.362 Sembuh + 564 Meninggal + 9

Beritabatavia.com - Berita tentang Displin 5M & 3T Antisipasi Puncak Varian Omicron, Positif + 1.362 Sembuh + 564 Meninggal + 9

Prediksi puncak lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada  pertengahan Februari- awal Maret 2022, jangan diartikan akan ...

Displin 5M & 3T Antisipasi Puncak Varian Omicron, Positif + 1.362 Sembuh + 564 Meninggal + 9 Ist.
Beritabatavia.com -

Prediksi puncak lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada  pertengahan Februari- awal Maret 2022, jangan diartikan akan setinggi gelombang kedua saat varian delta.

"Tetapi kemungkinan mendekati gelombang pertama itupun dengan hospitalisasi yang lebih rendah karena omicron cepat menular namun tingkat keparahannya dibawah varian Delta," kata Epidemiologi Universitas Gajah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama, MPH. Ph.D, di Kampus UGM, Selasa (18/1).

Menurut Bayu, beberapa daerah lain terutama kota-kota yang menjadi destinasi wisata dan daerah dengan mobilitas antar daerah tinggi perlu bersiap. Daerah-daerah tersebut perlu untuk meningkatkan kembali kemampuan 3T nya yaitu pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) dan melakukan isolasi terpusat.

“Hal ini dikarenakan daerah dengan mobilitas tinggi seperti daerah tujuan wisata mempunyai potensi terjadi peningkatan kasus akibat peningkatan mobilitas saat libur Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Bayu Satria Wiratama juga menyebut justru yang paling penting saat ini bukan soal booster tetapi bagaimana memperluas cakupan yang belum mendapatkan dosis lengkap terutama untuk kelompok rentan dan anak-anak. Apalagi booster baru saja dimulai, sehingga belum bisa melihat efek percepatan vaksin booster untuk mengatasi varian Omicron. Karena cakupannya belum tinggi, maka efek dari booster belum terlihat dalam 1-2 bulan ini.

Update Covid-19 Nasional
Sementara update informasi covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah  Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Selasa 18 Januari 2022 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

Pasien positif          +   1.362 jumlah total  4.273.783 orang
Pasien sembuh       +      564 jumlah total  4.120.036 orang
Pasien meninggal    +         9 jumlah total     144.183 orang

Update covid-19 di DKI
Sementara update informasi data dari fasilitas kesehatan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Selasa 18 Januari 2022.Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

Pasien Positif            +    670 jumlah total  872.092 orang
Pasien Meninggal       +      0 jumlah total    13.591 orang
Pasien sembuh          +   217 jumlah total  854.204 orang

terpapar

Foto ; Situasi Covid-19 di Indonesia periode 17 Januari 2022

Terkait lonjakan yang kemungkinan terjadi akan menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Menurut Bayu Satria Wiratama, tergantung kemampuan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dalam merespons peningkatan kasus Covid-19 dan kasus yang terjadi di sekolah. Jika dimungkinkan muncul kasus di sebuah sekolah kemudian hanya dilakukan penutupan tanpa disertai penyelidikan detail dan evaluasi masalahnya, maka bisa dipastikan tinggal menunggu waktu PTM di banyak sekolah akan ditunda.

“Karena sampai saat ini belum terlihat langkah pemerintah terkait menentukan masalah PTM ini jika ada kasus positif Covid-19 muncul disana, apakah disebabkan di sekolah? Atau karena murid? Protokol Kesehatan yang kurang ketat atau masalah lainnya”, katanya.

Bayu menyebut jika lonjakan benar terjadi nantinya di bulan Februari-Maret maka pembatasan melalui peningkatan level PPKM mungkin akan terjadi meskipun tidak sampai level tertinggi. Kebijakan ini tentu memerlukan kerja sama baik antara masyarakat dan pemerintah.

Bayu mengingatkan, agar Pemerintah meningkatkan 3T dan masyarakat jika masih ingin beraktifitas leluasa seperti saat ini maka mau tidak mau harus displin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak,menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas (5M). Sedangkan terkait pelarangan untuk mereka yang melakukan perjalanan dari luar negeri dirasa tidak perlu selama proses karantina bisa diperbaiki sehingga tidak terjadi kebocoran penularan saat karantina.

“Saya kira maing-masing tahu risiko, karena itu tetap lakukan 5M dengan disiplin. Contoh jika memang ada komorbid maka segera dapatkan vaksin dosis lengkap dan berhati-hati saat di tempat umum terutama pemakaian masker dan lakukan pemeriksaan kesehatan rutin," ujar Bayu Satria Wiratama. 0 son

Berita Lainnya
Senin, 17 Oktober 2022
Jumat, 26 Agustus 2022
Rabu, 24 Agustus 2022
Rabu, 24 Agustus 2022
Selasa, 23 Agustus 2022
Selasa, 23 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022
Jumat, 19 Agustus 2022
Jumat, 19 Agustus 2022