Rabu, 26 Januari 2022 17:14:29

Kasus Melonjak Tapi 96 % Pasien Omicron Sembuh , Positif + 7.010 Sembuh + 2.582 Meninggal + 7

Kasus Melonjak Tapi 96 % Pasien Omicron Sembuh , Positif + 7.010 Sembuh + 2.582 Meninggal + 7

Beritabatavia.com - Berita tentang Kasus Melonjak Tapi 96 % Pasien Omicron Sembuh , Positif + 7.010 Sembuh + 2.582 Meninggal + 7

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, dari 745 orang pasien teridentifikasi Omicron yang dirawat RSDC sebanyak 96 persen atau 717 orang ...

Kasus Melonjak Tapi 96 % Pasien Omicron Sembuh , Positif + 7.010 Sembuh + 2.582 Meninggal + 7 Ist.
Beritabatavia.com -

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, dari 745 orang pasien teridentifikasi Omicron yang dirawat RSDC sebanyak 96 persen atau 717 orang telah dinyatakan sembuh. Sisanya sebanyak 28 orang masih dalam perawatan. Sementara dari 689 orang pasien Omicron yang dirawat di rumah sakit sebanyak 601 orang telah sembuh dan sisanya sebanyak 88 orang masih dalam perawatan. Tetapi jumlah kasus terus melonjak.

Kendati sebagian besar pasien yang terpapar Covid-19 varian Omicron sudah  dinyatakan sehat. Tetapi juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku  Adisasmito mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati.

"Penting diingat, kita masih menghadapi pandemi Covid-19, dimana varian Omicron bukan satu-satunya varian yang beredar," kata Prof Wiku Adisasmito.

Prof Wiku menyampaikan, agar terhindar dari Covid-19, ada beberapa saran yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan apapun variannya. Diantaranya, menghindari tempat dan aktivitas yang berisiko tinggi peluang penularan. Seperti ruangan tertutup yang buruk sirkulasi udaranya, tempat keramaian atau kerumunan, dan interaksi yang terlalu dekat misalnya percakapan jarak dekat. Serta masyarakat bersedia divaksin terutama populasi rentan, seperti warga lanjut usia (lansia),  penderita penyakit komorbid seperti hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru kronis.

"Segera memeriksakan diri dan menghindari interaksi dan mobilitas ketika merasa kurang sehat. Terutama bagi mereka yang bergejala dan memiliki riwayat kontak erat. Dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, sebagai upaya yang paling mudah, murah, dan efektif untuk mencegah penularan," tegas Prof Wiku Adisasmito.

Update Covid-19 Nasional
Sementara update informasi covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah  Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Rabu 26 Januari 2022 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

Pasien positif          +   7.010 jumlah total  4.301.193 orang
Pasien sembuh       +   2.582 jumlah total  4.127.662 orang
Pasien meninggal    +         7 jumlah total    144.254 orang

Update covid-19 di DKI
Sementara update informasi data dari fasilitas kesehatan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Rabu 26 Januari 2022.Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

Pasien Positif            +  3.509 jumlah total  886.999 orang
Pasien Meninggal       +        6 jumlah total   13.612 orang
Pasien sembuh          +  1.617 jumlah total  859.305 orang

terpapar

Foto : Situasi Covid-19 di Indonesia periode 25 Januari 2022

Selain itu, Prof Wiku Adisasmito juga meminta pihak sekolah segera melakukan langkah-langkah mitigasi, apabila ditemukan kasus positif saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berlangsung.

"Penghentian sementara PTM sekurang-kurangnya 2 minggu pada satuan pendidikan atau sekolah," katanya.

Adapun sekolah yang harus menghentikan sementara PTM apabila memiliki klaster penularan Covid-19 dengan angka positivity rate hasil surveilans epidemiologis sebesar 5 persen atau lebih. Warga satuan pendidikan yang masuk dalam notifikasi hitam pada aplikasi PeduliLindungi sebanyak 5 persen atau lebih.

"Kegiatan pada sekolah dengan kriteria tersebut dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ)," tegas Prof.Wiku.

Apabila setelah dilakukan surveilans, bukan merupakan klaster PTM terbatas atau angka positivity di bawah 5 persen, PTM terbatas hanya dihentikan pada kelompok belajar yang terdapat kasus konfirmasi selama 5x24 jam.

Sekolah harus memenuhi persyaratan sesuai yang diamanatkan dalam SKB 4 Menteri seperti kebersihan atau sanitasi, mampu mengakses fasilitas kesehatan, memiliki Satgas Penanganan Covid-19 di sekolah, telah melakukan verifikasi penanggung jawab melalui Kemenkes, serta melaporkan tingkat kepatuhan Protokol Kesehatan secara rutin.0 son

Berita Lainnya
Jumat, 29 April 2022
Rabu, 27 April 2022
Selasa, 26 April 2022
Selasa, 26 April 2022
Jumat, 22 April 2022
Rabu, 20 April 2022
Rabu, 20 April 2022
Selasa, 19 April 2022
Senin, 18 April 2022
Senin, 18 April 2022
Kamis, 14 April 2022
Kamis, 14 April 2022