Jumat, 28 Januari 2022 17:32:04

Gejala Tidak Berat Tapi Jangan Anggap Enteng Omicron,Positif + 9.905 Sembuh + 2.028 Meninggal +7

Gejala Tidak Berat Tapi Jangan Anggap Enteng Omicron,Positif + 9.905 Sembuh + 2.028 Meninggal +7

Beritabatavia.com - Berita tentang Gejala Tidak Berat Tapi Jangan Anggap Enteng Omicron,Positif + 9.905 Sembuh + 2.028 Meninggal +7

Peningkatan kasus dalam seminggu terakhir didominasi 3 provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Secara nasional,sebanyak 90,4% ...

Gejala Tidak Berat Tapi Jangan Anggap Enteng Omicron,Positif + 9.905 Sembuh + 2.028 Meninggal +7 Ist.
Beritabatavia.com -

Peningkatan kasus dalam seminggu terakhir didominasi 3 provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Secara nasional,sebanyak 90,4% kasus berasal dari tiga wilayah provinsi tersebut.

Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gajah Mada (UGM) dr. Gunadi Ph.D., Sp.BA., meminta masyarakat jangan menganggap enteng dan tetap mewaspadai penularan Covid-19 varian Omicron. Meskipun infeksi varian ini menunujukkan gejala umum yang tidak berat, namun bukan berarti ringan.

“Omicron ini gejala umumnya tidak berat, tetapi tidak jinak. Jika kena yang rentan bisa menjadi berat,” kata dr Gunadi seperti dilansir di laman UGM.

Ia menyebutkan varian Omicron telah menyebabkan kenaikan okupansi rumah sakit dan ICU di Amerika Serikat dan negara-negara maju. Kondisi ini patut diwaspadai oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di tanah air.

Menurut Gunadi, selain memiliki kemampuan penyebaran yang cukup tinggi, varian Omicron juga mampu mengelabuhi sistem imun tubuh. Varian ini mampu menurunkan kadar antibodi dalam tubuh baik setelah vaksinasi maupun mereka yang pernah menjadi penyintas.

“Jangan sampai karena menganggap tidak berat jadi kurang waspada. Varian Omicron memiliki transmisi 70 kali lebih cepat dari varian Delta. Jika mengenai orang di sekitar kita itu menjadi lebih berat terutama pada lansia, komorbid dan mereka yang belum mendapatkan vaksin atau belum divaksin karena alasan kesehatan,” urainya.

Update Covid-19 Nasional
Sementara update informasi covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah  Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Jumat 28 Januari 2022 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

Pasien positif          +   9.905 jumlah total  4.319.175 orang
Pasien sembuh       +   2.028 jumlah total  4.131.333 orang
Pasien meninggal    +         7 jumlah total     144.268 orang

Update covid-19 di DKI
Sementara update informasi data dari fasilitas kesehatan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Jumat 28 Januari 2022.Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

Pasien Positif            +  4.558 jumlah total  895.706 orang
Pasien Meninggal       +       2 jumlah total    13.617 orang
Pasien sembuh          + 1.467 jumlah total   862.670 orang

terpapar

Foto : Situasi Covid-19 di Indonesia periode 27 Januari 2022

Oleh sebab itu, Gunadi kembali mengimbau masyarakat untuk terus waspada dengan menerapkan protokol kesehatan, melakukan vaksin hingga dua dosis dan booster untuk meningkatkan antibodi Covid-19. Langkah-langkah tersebut penting dilakukan tidak hanya sebagai upaya perlindungan diri, tetapi juga melindungi masyarakat yang masuk kelompok rentan.

Kasus Anak Meningkat

Gunadi mengatakan kasus Covid-19 pada anak akibat varian Omicron meningkat di beberapa negara. Namun demikian, perlu adanya penelitian lebih mendalam terhadap fatalitas yang ditimbulkan oleh varian baru ini.

“Karena data masih minimal yang bisa dilakukan kita semua termasuk pemerintah adalah melakukan vaksinasi pada anak. Harapannya anak di bawah usia 6 tahun, tapi ini masih menunggu WHO semoga bisa segera approve untuk kelompok ini,” katanya.

dr.Gunadi menyebutkan adanya populasi yang belum tervaksin menjadi sisi rentan. Populasi ini menjadi titik dimana virus bersirkulasi. Apabila virus semakin sering bersirkulasi di masyarakat maka semakin besar peluang timbulnya mutase-mutasi baru virus corona.

“Ini terjadi pada Omicron dan Delta dimana virus bersirkulasi cepat maka timbul mutasi baru,” ungkapnya.0 son

Berita Lainnya
Jumat, 29 April 2022
Rabu, 27 April 2022
Selasa, 26 April 2022
Selasa, 26 April 2022
Jumat, 22 April 2022
Rabu, 20 April 2022
Rabu, 20 April 2022
Selasa, 19 April 2022
Senin, 18 April 2022
Senin, 18 April 2022
Kamis, 14 April 2022
Kamis, 14 April 2022