Selasa, 29 Oktober 2024 09:10:14

INW Minta Kapolri Tindak Tegas Oknum Terlibat Narkoba

INW Minta Kapolri Tindak Tegas Oknum Terlibat Narkoba

Beritabatavia.com - Berita tentang INW Minta Kapolri Tindak Tegas Oknum Terlibat Narkoba

Dalam rapat kabinet pertama pemerintahan Prabowo-Gibran . Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar tidak ada lagi yang main-main dengan ...

INW Minta Kapolri Tindak Tegas Oknum Terlibat Narkoba Ist.
Beritabatavia.com - Dalam rapat kabinet pertama pemerintahan Prabowo-Gibran . Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar tidak ada lagi yang main-main dengan narkoba.

Indonesia Narcotic Watch (INW) mengingatkan bahwa penegasan Presiden Prabowo adalah sinyal kuat bagi institusi penegak hukum, khususnya Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk memperkuat komitmen dan ikhtiarnya dalam memerangi kejahatan narkoba. 

Meskipun dalam pemberantasan narkoba masih ada tantangan serius yang harus dihadapi oleh pemerintah.  
"Terutama dalam hal transparansi dan penegakan hukum terhadap oknum aparat yang terlibat dalam jaringan narkoba," kata Direktur Eksekutif INW Budi Tanjung di Jakarta, Senin (28/10).

Apalagi, Budi melanjutkan, Presiden Prabowo tidak menyatakan secara tegas dan spesifik, ancaman dan sanksi bagi aparat yang terlibat dalam peredaran narkoba, yang seharusnya juga menjadi perhatian utama pemerintah.

Sementara, godaan narkoba terhadap aparat penegak hukum menjadi tantangan terbesar dalam upaya pemberantasannya. 
"Ketika oknum aparat tergoda untuk terlibat dalam jaringan narkoba, mereka tidak hanya merusak citra institusi, tetapi juga melemahkan seluruh struktur pemberantasan narkoba. Ini dapat menjadi "peti mati" bagi niat dan ikhtiar keras yang dilakukan negara untuk membasmi kejahatan narkotika,” ulas Budi Tanjung.
  
Sejarah menunjukkan bahwa beberapa negara telah gagal dalam upaya pemberantasan narkoba karena adanya kolusi antara aparat penegak hukum dan sindikat narkotika. 
Sebagai contoh, lanjutnya,  di Meksiko, korupsi di jajaran kepolisian menyebabkan merajalelanya kekuatan kartel narkoba, yang pada akhirnya menghancurkan upaya pemerintah dalam menjaga hukum, keamanan, dan ketertiban.
Menurut Budi Tanjung, Indonesia tidak boleh jatuh dalam perangkap yang sama. Presiden Prabowo, kata Budi,  harus menegaskan dan memastikan bahwa tidak ada ampunan dan keringanan bagi aparat penegak hukum yang tergoda oleh kekayaan yang ditawarkan oleh jaringan narkoba.
 
"Transparansi, integritas, dan ketegasan dalam menegakkan hukum adalah kunci untuk memastikan bahwa narkoba tidak lagi memiliki tempat di negeri ini," tutur Budi.
INW menantikan langkah konkret dari Kapolri dan Kepala BNN untuk melakukan pembersihan internal di lingkungan mereka. Peredaran dan kejahatan narkoba sudah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan. 

"Kapolri harus membuat kontrak komitmen dengan para kapolda. Jika dalm waktu maksimal enam bulan kapoldanya tidak mampu memberantas narkoba di wilayahnya, kapolri harus berani copot kapoldanya. Sebaliknya, bagi kapolda atau anggota yang berhasil, kapolri harus kasih reward," kata Budi Tanjung.

Salah satu contoh terbaik adalah tindakan tegas pimpinan Polda Kepulauan Riau baru-baru ini. Kapolda Kepri telah memecat 10 anggotanya karena terlibat dalam konspirasi dengan bandar narkoba dan menggelapkan barang bukti. 

"Tindakan tegas Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah patut diapresisasi dan harus ditiru oleh kapolda yang lain," ujar Budi. 0 rls/son
 

Berita Lainnya
Selasa, 24 Februari 2026
Selasa, 24 Februari 2026
Sabtu, 21 Februari 2026
Kamis, 19 Februari 2026
Jumat, 06 Februari 2026
Selasa, 03 Februari 2026
Jumat, 30 Januari 2026
Kamis, 29 Januari 2026
Rabu, 28 Januari 2026
Selasa, 27 Januari 2026
Jumat, 23 Januari 2026
Kamis, 22 Januari 2026