Beritabatavia.com -
Masyarakat diimbau untuk hati-hati mengosumsi beberapa merek air minuman kemasan. Pasalnya, sedikitnya 11 merek air minum kemasan diketahui mengandung bakteri berlebihan yang bisa mengancam kesehatan. Ke-11 merek tersebut ditemukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) saat melakukan penelitian terhadap kadar bakteri yang terkandung dalam air kemasan yang beredar di masyarakat.
Dari 21 merk minuman kemasan gelas yang kita uji, 11 di antaranya ditemukan nilai bakteri yang bermasalah, ujar peneliti YLKI, Ida Marlinda Loenggana, dalam jumpa pers mengenai hasil uji AMDK di Kantor YLKI, Jakarta Selatan Rabu (27/10).
Menurut Ida, produk air minuman kemasan yang diteliti YLKI, tidak terfokus pada produk yang sudah mempunyai nama saja. YLKI juga mengambil sampel dari merek-merek yang jarang terdengar di pasaran.
Penelitian dilakukan sejak bulan Maret hingga Mei 2010. Sampel produk-produk air minuman dapatkan dari pasar tradisional, swalayan, dan juga mal-mal.
Dan daerah itu kita pilih tersebar tapi ada juga yang sampai di Cilincing, Penggilingan, yang umum di sekitar utara dan timur (Jakarta), kata Ida.
Dari 11 merk air minum kemasan yang bermasalah tersebut, lanjut Ida, ditemukan total bakteri mencapai 10 ribu sampai 100 ribu koloni/mL. Padahal, menurut Standar SNI 01-3553-2006 kandungan mikrobiologi untuk air minum itu mulai dari 100 sampai dengan 100 ribu koloni/mL.
Dari 11 merek ini, kita menemukan 9 yang mendekati yaitu Pretige, Top Aqua, Air Max, Caspian, Club, Pasti Air,Vit, Prima, De As. Sedangkan 2 yang melebihi batas itu ada Ron88 dan Sega. Dengan tanggal kadaluarsa yang beragam. Ada yang Januari 2011 sampai Oktober 2011, imbuhnya.
Terhadap 11 merk ini, YLKI menurut Ida sudah mencoba meminta klarifikasi. Tapi hanya merek yang mempunyai alamat langkap yang memberikan tanggapan. Sedangkan yang dua lagi tidak punya alamat padahal mereka punya nomer registrasi, jelasnya.
YLKI berharap dengan penelitian ini, pihak produsen lebih bertanggung jawab. Karena sistem pengawasan produk mutlak sampai ke tangan konsumen. YLKI juga berpesan pada masyarakat untuk lebih mempertimbangkan pemilihan produk air minum kemasan.
Produsen bertanggung jawab memenuhi standar keamanan dan keselataman. Masyarakat juga jangan karena memilih yang murak tapi tidak mempertimbangkan aspek kandungannya. Dan kepada penegak hukum jika ada produsen nakal yang tidak memperbaiki dan bertanggung jawab kita berharap diberikan sanksi yang menjerakan, tandasnya. o nor