Beritabatavia.com -
Jakarta — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi besar di tubuh Polri. Sejumlah Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) resmi dilantik menjadi Kapolda di berbagai wilayah strategis Indonesia dalam mutasi Mei 2026 yang menjadi sorotan publik.
Pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di Gedung Rupatama Mabes Polri, Minggu (17/5/2026). Pergeseran sejumlah jenderal bintang satu tersebut dinilai sebagai langkah serius Kapolri dalam memperkuat stabilitas keamanan serta konsolidasi penegakan hukum di daerah.
Beberapa nama yang kini resmi menduduki kursi Kapolda di antaranya Brigjen Pol Nasri sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Arif Budiman sebagai Kapolda Maluku Utara, hingga Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid yang dipercaya memimpin Polda Bengkulu.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 yang ditandatangani As SDM Polri Irjen Pol Anwar. Gelombang rotasi kali ini mencakup ratusan perwira tinggi dan menengah sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier di lingkungan Polri.
Langkah Kapolri menempatkan para Brigjen di posisi Kapolda dinilai bukan sekadar rotasi rutin. Di tengah meningkatnya tantangan kamtibmas, maraknya kriminalitas, hingga sorotan publik terhadap institusi kepolisian, para Kapolda baru kini memikul tanggung jawab besar menjaga stabilitas wilayah sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat kelembagaan Polri agar semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Mutasi jabatan adalah proses alamiah dalam organisasi sebagai bentuk penyegaran, pengembangan karier, serta untuk meningkatkan performa dan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” tegas Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. Senin, 18/5/2026.
Ia juga menekankan bahwa para pejabat baru diharapkan mampu membawa energi baru dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan menghadirkan pelayanan yang lebih presisi di wilayah masing-masing.
Mutasi besar ini pun menjadi perhatian luas publik. Sebab jabatan Kapolda bukan hanya posisi struktural semata, tetapi merupakan ujung tombak pengendalian keamanan daerah yang dituntut mampu bergerak cepat menghadapi persoalan sosial, konflik, hingga kejahatan yang terus berkembang.
Kini masyarakat menanti pembuktian para Kapolda baru di lapangan. Bukan hanya soal pergantian nama dan jabatan, tetapi bagaimana para jenderal tersebut mampu menjawab harapan publik terhadap Polri yang lebih tegas, profesional, dan dipercaya rakyat.