Beritabatavia.com -
Rencana pembatasan bahan bakar bersubsidi seperti premium dan solar yang dicanangkan oleh pemerintah berimbas positif ke SPBU asing di Jakarta. Pasalnya SPBU tersebut hanya menjual bahan bakar beroktan tinggi, sehingga menurut konsumen, efeknya bagus untuk mesin kendaraan. Seorang pengawas SPBU Shell, perusahaan milik Belanda dan Inggris, di bilangan Jl Tendean, Jakarta Selatan mengatakan, Shell memasok sebanyak 48 kiloliter (kl) untuk SPBU tersebut. Biasanya, pasokan sebanyak itu baru habis sekitar seminggu. Namun sekarang, dalam dua tiga hari pasokan sebanyak itu sudah ludes. Jika penggunaan BBM bersubidi resmi diberlakukan, kenaikan permintaannya akan lumayan signifikan, kata si pengawas SPBU Shell yang meminta namanya tidak disebutkan.
SPBU asing yang lain, Total, asal Prancis,juga ikut sumringah lantaran penjualannya semakin naik. Agus Salim, pengawas SPBU Total di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, mengatakan, penjualan di SPBU tersebut naik 20 persen dibanding sebelumnya. Dalam sehari, tutur Agus, pasokan BBM ke SPBU Total normalnya hanya dua kali sehari, tetapi belakangan ini naik jadi tiga kali sehari. Adapun jumlah pasokan sekali kirim sebanyak 48 kl. Agus menambahkan, soal harga, Total tetap mengikuti harga internasional. Namun, Total juga selalu mencermati pergerakan harga di SPBU Pertamina. O brn