Rabu, 05 Januari 2011 13:25:43

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp3,61 Triliun

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp3,61 Triliun

Beritabatavia.com - Berita tentang Bank Mandiri Salurkan KUR Rp3,61 Triliun

Bank Mandiri terus memacu pertumbuhan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). ...

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp3,61 Triliun Ist.
Beritabatavia.com - Bank Mandiri terus memacu pertumbuhan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang 2010, penyaluran KUR Bank Mandiri mencapai Rp2,1 triliun atau 113,82%, dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp1,84 Triliun.

Total penyaluran KUR Bank Mandiri sejak 2007 mencapai Rp3,61 Triliun kepada lebih dari 74 ribu debitur. Sebagian besar penyaluran KUR terserap ke sektor pertanian dan peternakan dengan porsi kredit mencapai 50,34% bagi lebih dari 49 ribu debitur. Sebesar 38,96% disalurkan ke sektor perdagangan kepada lebih dari 22 ribu debitur, selebihnya disalurkan ke sektor lain.

Dominannya penyaluran untuk sektor pertanian dan peternakan karena kuatnya komitmen Bank Mandiri untuk menyalurkan KUR ke sektor hulu agar dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat, serta upaya menjangkau pelaku UMKM di daerah yang tidak terjangkau Bank, ungkap Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso, di Jakarta, Rabu (5/1).

Dikatakan, penyaluran kredit kepada nasabah KUR Mikro dilayani lebih dari 1.000 jaringan kantor sedangkan penyaluran KUR Retail dilayani oleh 177 jaringan kantor.

Kami ingin KUR benar-benar dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, untuk itu Bank Mandiri memperbanyak penyalurannya ke sektor industri yang banyak digeluti masyarakat di daerah rural sehingga harapan kami untuk terus tumbuh bersama Indonesia dapat tercapai, ungkapnya.

KUR merupakan program yang bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan usaha mikro kecil menengah dan koperasi yang feasible, namun belum bankable, tambahnya.

Pemerintah merevitalisasi KUR untuk mendorong akselerasi penyaluran kredit tersebut melalui peningkatan plafon KUR mikro yang semula Rp5 juta menjadi Rp20 juta, meningkatkan penjaminan Pemerintah untuk sektor pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan serta industri kecil yang semula 70% menjadi 80%, memberikan skema KUR untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan penjaminan Pemerintah sebesar 80%, meningkatkan plafon KUR untuk program linkage executing (penyaluran KUR tidak langsung) dari semula Rp1 miliar menjadi Rp2 miliar dan memberikan jangka waktu kredit investasi untuk  perkebunan tanaman keras langsung 13 tahun.

Dikatakan, untuk penyaluran dengan pola individual, Bank Mandiri fokus membiayai UMKM dengan potensi limit Rp 20 juta per nasabah untuk KUR Mikro dan di atas Rp 20 juta sampai dengan Rp 500 juta untuk KUR Retail. Strategi yang digunakan diantaranya melalui pola aliansi dengan pembiayaan kepada supplier atau sub distributor usaha mikro, usaha kecil, maupun koperasi  yang merupakan rekanan/rantai usaha dari pengusaha besar nasabah segmen commercial dan coporate Bank Mandiri.

Pada awal prosesnya, sambung dia, terdapat beberapa hambatan dalam upaya mengoptimalkan penyaluran KUR oleh Bank Mandiri. Selain lokasi usaha yang berada jauh dari kantor operasional bank, banyak calon debitur yang baru pada tahap akan memulai usaha, sehingga penilaiannya cenderung tidak feasible. Sebagian masyarakat juga menganggap KUR adalah hibah dari pemerintah sehingga tidak perlu dikembalikan pinjamannya. Masalah lain yang dihadapi adalah debitur dengan limit di bawah Rp500 juta tidak dapat memperoleh KUR sebagai tambahan kredit untuk meningkatkan usaha karena tercatat sedang mendapatkan kredit bank.

Selain itu, untuk mengatasi hambatan itu, Bank Mandiri menerapkan dua pola penyaluran untuk menjaga kualitas KUR, yaitu pola individual atau langsung kepada penerima kredit dan pola linkage yang melibatkan perusahaan mitra nasabah segmen Commercial dan Corporate Banking Bank Mandiri, termasuk dalam penyaluran KUR ke sektor pertanian dan peternakan. Bank Mandiri bekerjasama dengan nasabah commercial dan corporate Bank Mandiri yang dinilai memiliki pengalaman dan kemampuan yang baik untuk berperan sebagai pembina teknis dan menjamin pembelian hasil usaha debitur. 

Sunarso melanjutkan terdapat tiga hal terpenting dalam upaya penyaluran KUR. Pertama, strategi pencapaiannya diintegrasikan dengan strategi Bank Mandiri dalam upaya pengembangan UMKM secara keseluruhan. Kedua, membangun semangat kewirausahaan dikalangan pelaku UMKM penerima KUR. Ketiga, edukasi kepada penerima KUR agar mampu mengelola usahanya dengan governance yang baik dan bertanggung jawab.

Hasilnya, Bank Mandiri berhasil menjaga kualitas KUR tetap baik dengan angka non performing loan (NPL) hanya 0,68% per 31 Desember 2010, atau mengalami perbaikan jika dibandingkan NPL KUR tahun 2009 sebesar 1,71%, ujar Sunarso.   

Bank Mandiri berharap peran aktif seluruh stakeholder dalam membina dan mempersiapkan pelaku usaha yang belum bankable dapat ditingkatkan untuk lebih mengoptimalkan penyaluran KUR, dalam upaya membangun enterpreneurship di kalangan pelaku UMKM, harapnya. 0 endi

 


Berita Lainnya
Selasa, 21 Juli 2026
Sabtu, 18 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Jumat, 03 Juli 2026
Selasa, 30 Juni 2026
Jumat, 26 Juni 2026
Senin, 22 Juni 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Selasa, 19 Mei 2026