Beritabatavia.com -
Kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) berfluktuasi (naik turun). Disejumlah pasar tradisional di Jakarta, harga sembako seperti minyak goreng (migor) naik dari Rp 8 ribu menjadi Rp 10 ribu/ Kg, Gula Pasir dari Rp 10 ribu/Kg jadi Rp 12 ribu/Kg dan Beras rata-rata naiknya Rp 500/Kg.
Tuti, pedagang sembako di Pasar Kebayoran Lama,mengakui naiknya harga minyak goreng (migor), gula pasir dan beras dalam beberapa hari ini. Contohnya beras Pandan Wangi dari Rp 6000/Kg jadi Rp 6.500/Kg, IR dari Rp 4.500/Kg naik Rp 5000/Kg. Beras naik karena pasokan berkurang, di daerah asalnya belum panen. Migor dan gula pasir juga naik, ujarnya, Sabtu (22/1).
Tuti melanjutkan, harga telor dan terigu masih stabil, Telor Rp 13 ribu/Kg, dan Terigu Rp 6.500/kg. Namun harga bawang merah naik signifikan, Desember lalu Rp 18ribu/ kg, sekarang naik menjadi Rp 23 ribu/kg.
Pemprov DKI mengakui,harga bahan kebutuhan pokok di kawasan DKI Jakarta saat ini terus mengalami fluktuasi paska kelangkaan cabe beberapa waktu lalu. Jika harga cabe sudah mulai turun, tidak demikian dengan bahan pokok lain. Seperti beras IR 42, beras Muncul, bawang merah, minyak goreng curah, ikan bandeng, mengalami kenaikan. Dari pemantauan, harga bahan pokok memang mengalami naik turun. Penyebabnya naik turunnya permintaan, Asisten Perekonomian dan Administrasi DKI Hasan Basri Saleh,Jumat (21/1).
Pemprov berjanji akan terus menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga.
Untuk mengendalikan harga bahan pokok agar permintaan dan pasokan bisa distabilkan, telah digelar operasi pasar di sejumlah wilayah, ujar Hasan Basri. O brn