Selasa, 01 Februari 2011 18:59:21

Likuiditas Pembiayaan Perumahan Belum Sesuai Harapan

Likuiditas Pembiayaan Perumahan Belum Sesuai Harapan

Beritabatavia.com - Berita tentang Likuiditas Pembiayaan Perumahan Belum Sesuai Harapan

Selama 2010, program pelaksanaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) belum nampak hasilnya, bahkan tidak berjalan sesuai harapan. ...

Likuiditas Pembiayaan Perumahan Belum Sesuai Harapan Ist.
Beritabatavia.com - Selama 2010, program pelaksanaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) belum nampak hasilnya, bahkan tidak berjalan sesuai harapan. Mengingat, program ini baru digulirkan pada 1 Oktober 2010, sehingga kinerjanya belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Data Kementerian Perumahan Rakyat, me4ncatat sepanjang 2010 program FLPP baru tersalurkan hanya sekitar 20.000 unit rumah atau setara Rp500 miliar dari total anggaran yang disediakan sebesar Rp2,6 triliun.

Namun tahjun 2011, akan saya genjot dan optimis berjalan sebab program sangat diharapkan masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah, yang butuh rumah, papar Iqbal Lantanro, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, di Jakarta, Selasa (1/2/2011).

Menurut Iqbal, dari total penyaluran kredit BTN, sekitar 60% atau Rp36 triliun di antaranya merupakan dana FLPP dari BTN. Sampai saat ini, pangsa pasar kami untuk pembiayaan rumah sejahtera bersubsidi mencapai 97% dan 27% untuk perumahan nonsubsidi," terang Iqbal.

Dari total target BTN sebesar 120.000 unit rumah, imbuh Iqbal, proses KPR Syariah diharapkan bisa mencapai 3.230 unit. Adapun, total nilai kredit yang akan tersalurkan diprediksi mencapai Rp5,98 triliun termasuk Rp181 miliar untuk KPR Syariah.

Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa menerangkan, dalam tahun 2011, total komitmen pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dalam skema FLPP ditargetkan mencapai Rp9,5 triliun atau naik hingga 352,38% dibandingkan dengan komitmen pada 2010 senilai Rp2,1 triliun.

Dari total komitmen tersebut, sekitar 60% di antaranya berasal dari kas negara sebesar Rp5,7 triliun, yakni sekitar Rp3,6 triliun dari pos FLPP pada 2011 ditambah Rp2,1 triliun sebagai sisa pengelolaan FLPP pada 2010, serta 40% atau senilai Rp3,8 triliun yang berasal dari dana segar perbankan.

Akumulasi dana pembiayaan perumahan FLPP akan dikelola dalam Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU-PPP) Kementerian Perumahan Rakyat untuk menghasilkan sumber dana murah jangka panjang, tambahnya.

Menurutnya, akumulasi pada tahun ini ditargetkan bisa membiayai sekitar 210.000 unit rumah baru sejahtera baik tapak (landed) maupun susun (vertikal). o end


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 18 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Jumat, 03 Juli 2026
Selasa, 30 Juni 2026
Jumat, 26 Juni 2026
Senin, 22 Juni 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Selasa, 19 Mei 2026
Minggu, 03 Mei 2026