Rabu, 16 Februari 2011

Laba Perbankan Nasional Meningkat

Laba Perbankan Nasional Meningkat

Beritabatavia.com - Berita tentang Laba Perbankan Nasional Meningkat

Bank Indonesia mencatat sepanjang tahun 2010, industri perbankan nasional membukukan peningkatan laba rata-rata tertinggi dalam 5 tahun terakhir. ...

Ist.
Beritabatavia.com - Bank Indonesia mencatat sepanjang tahun 2010, industri perbankan nasional membukukan peningkatan laba rata-rata tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Lebih menggembirakan lagi, didukung efisiensi beban bunga dan biaya pencadangan.

Data statistik perbankan Bank Indonesia Desember 2010, yang diterima Kabarbisnis.com, Rabu (16/2) menunjukkan laba yang diraup industri perbankan nasional meningkat Rp12,09 triliun atau 26,73% menjadi Rp57,31 triliun.

Tren kenaikan laba itu lebih kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan 2009 yang mencapai 47,69%. Pasalnya pada 2008, perbankan rata-rata merugi akibat kerugian transaksi derivatif, sehingga laba yang dibukukan sempat minus 14% dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.

Namun, secara rata-rata 5 tahun terakhir, peningkatan laba pada 2010 masih tertinggi karena pada 2007 laba yang dibukukan sebesar 23,57% dan pada 2006 sebesar 13,8%.

Secara keseluruhan laba perbankan pada 2010 ditopang oleh pos operasional pada pendapatan transaksi valas yang meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp24,39 triliun menjadi Rp48,3 triliun.

Pendapatan bunga memberikan kontribusi kenaikan 7,6% menjadi Rp251,56 triliun. Adapun, pendapatan surat berharga naik lebih dari tiga kalilipat, tetapi secara nilai hanya Rp8,48 triliun. Total pendapatan operasional naik 17,6% menjadi Rp350,87 triliun.

Dari sisi beban operasional turut memberikan kontribusi peningkatan pendapatan karena beban bunga turun tipis dari Rp104,49 triliun menjadi Rp101,78 triliun seperti dilansir dari laman Bisnis.

Meskipun pendapatan transaksi valas memberikan kontribusi besar dalam pendapatan, beban pos tersebut juga melonjak cukup besar, lebih dari dua kali lipat dari Rp18,23 triliun menjadi Rp44,61 triliun.

Adapun, biaya provisi naik dari Rp1,8 triliun menjadi Rp3,48 triliun dan amortisasi naik menjadi Rp57,27 triliun dari periode sebelumnya Rp50,58 triliun. Total beban beban operasional naik 17,12% menjadi Rp302,55 triliun.

Pendapatan non-operasional cenderung merosot dari Rp104,5 triliun menjadi Rp100,95 triliun, tetapi beban pos tersebut juga menurun dari Rp82,59 triliun menjadi Rp73,22 triliun.  o end


Berita Lainnya
Senin, 01 Juli 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Senin, 24 Juni 2019
Minggu, 23 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019
Kamis, 20 Juni 2019
Rabu, 19 Juni 2019
Senin, 17 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019