Kamis, 17 Februari 2011

Terjadi Defisit Anggaran Rp 6,3 Triliun

Terjadi Defisit Anggaran Rp 6,3 Triliun

Beritabatavia.com - Berita tentang Terjadi Defisit Anggaran Rp 6,3 Triliun

Kementrian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi APBN 2011 per 31 Januari 2011, terjadi defisit anggaran APBN 2011 sebesar Rp 6,3 triliun. Defisit ...

Ist.
Beritabatavia.com - Kementrian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi APBN 2011 per 31 Januari 2011, terjadi defisit anggaran APBN 2011 sebesar Rp 6,3 triliun. Defisit ini terjadi akibat tingginya realisasi belanja negara mencapai 5,4% dari pagu APBN 2011.

"Selain itu, realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp60,6 triliun atau 5,5% dari target APBN 2011, yang meningkat 8,3% dari realisasi Januari tahun 2010," ungkap Bambang Brodjonegoro, Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu di Jakarta, Kamis (17/2).

Bambang melanjutkan kontribusi terbesar disumbang penerimaan perpajakan mencapai Rp 53,5 triliun atau 6,3% dari APBN, serta mengalami kenaikan sebesar 11,2% dibandingkan periode yang sama 2010.

Hal ini dipengaruhi meningkatnya penerimaan PPh nonmigas yang tumbuh 32,1% hingga mencapai Rp25,1 triliun, yang didukung membaiknya kondisi ekonomi makro, tambahnya.

Lebih menggembirakan lagi, sambung dia, terjadi peningkatan penerimaan perpajakan, yang didukung meningkatnya penerimaan bea keluar. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya harga CPO di pasar internasional.

Dan untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 7,1 triliun atau 2,8% dari target APBN 2011, yang didominasi penerimaan bersumber dari sumber daya alam (SDA) migas sebesar Rp 2,6 triliun. Sedangkan SDA non migas mencapai  Rp 1,8 triliun dan PNBP lainnya sebesar Rp 2,6 triliun, katanya.

Bambang mengatakan untuk realisasi belanja negara tercatat Rp 66,9 triliun atau 5,4% dari pagu APBN 2011, terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp 25,2 triliun atau 3% dari pagu APBN dan transfer ke daerah Rp 41,7 triliun atau 10,6% dari pagu APBN.

Sementara belanja pemerintah pusat didominasi belanja pegawai sebesar Rp 13,8 triliun atau 7,7% dari pagu APBN dan belanja pembayaran bunga utang Rp 9,9 triliun atau 8,6% dari pagu APBN.

Menurutnya, untuk realisasi transfer ke daerah didominasi dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 37,6 triliun atau 16,7% dari pagu APBN dan dana otonomi khusus dan penyesuaian Rp4,1 triliun atau 6,9% dari pagu APBN.

Sisi realisasi pembiayaan mencapai Rp 8,5 triliun atau 6,8% dari target APBN 2011, terdiri
pembiayaan dalam negeri Rp 11,1 triliun atau 8,8% dari APBN 2011 dan pembiayaan luar negeri sebesar negatif Rp 2,6 triliun, urainya. o end

Berita Lainnya
Sabtu, 23 Maret 2019
Jumat, 22 Maret 2019
Kamis, 21 Maret 2019
Rabu, 20 Maret 2019
Jumat, 15 Maret 2019
Kamis, 14 Maret 2019
Rabu, 13 Maret 2019
Rabu, 13 Maret 2019
Selasa, 12 Maret 2019
Senin, 11 Maret 2019
Senin, 11 Maret 2019
Jumat, 08 Maret 2019