Jumat, 18 Februari 2011

Rendah, Peran Pemerintah Proteksi Pasar Domestik

Rendah, Peran Pemerintah Proteksi Pasar Domestik

Beritabatavia.com - Berita tentang Rendah, Peran Pemerintah Proteksi Pasar Domestik

Ekonom dari Econit Advisory Group Hendri Saparini menilai upaya perlindungan pemerintah atas kesinambungan pasar domestik terbilang minim. Salah ...

Ist.
Beritabatavia.com - Ekonom dari Econit Advisory Group Hendri Saparini menilai upaya perlindungan pemerintah atas kesinambungan pasar domestik terbilang minim. Salah satunya ditandai makin derasnya impor dari China ke Tanah Air.

"Siapa pun sulit membantah, impor produk China kian merambah. Dari tekstil sampai peniti pun, masyarakat bisa memperolehnya dengan harga lebih murah," katanya di Jakarta, Jumat (18/2).

Hendri menilai, pemerintah tidak banyak mengambil peran untuk mengamankan pasar domestik. Jika terus didiamkan, industriawan lakan berpindah profesi sebagai importir atau pedagang. Gilirannya, gejala deindustrialisasi berjalan semakin masif.

Salah satu parameternya, makin menurunnya kontribusi industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) selama kurun waktu delapan tahun terakhir. Jika pada 2002, kontribusinya masih sebesar 29,7%, namun pada akhir 2009 tinggal 24,8% pada 2010.

"Langkah pengamanan perdagangan domestik tidak cukup dengan promosi dan himbauan menggunakan produk dalam negeri. Semestinya, pemerintah bisa saja meningkatkan dengan instrumen yang masih ditolerir dalam kacamata perdagangan internasinal. Instrumen itu di antaranya pengenaan kenaikan bea masuk impor atau seperti baru-baru ini dilakukan Turki atas produk tekstil dan produk teksil (TPT) dari Indonesia," paparnya.

Badan Pusat Statistik (BPS), melaporkan adanya defisit neraca perdagangan produk nonmigas Indonesia dan China selama 2010 mencapai US$ 5,6 miliar. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China 2010 sebanyak US$14,07 miliar.

Produk ekspor nonmigas Indonesia ke China terdiri atas bahan bakar mineral (batu bara), lemak, dan minyak hewan/nabati, karet dan barang karet, bijih, kerak dan abu logam, bahan kimia organik, bubur kayu, kayu dan barang dari kayu, tembaga, serta mesin/peralatan listrik.

Sementara, nilai impor produk nonmigas Indonesia dari China selama 2010 tercatat mencapai US$19,68 miliar. Barang-barang yang diimpor dari China, terutama meliputi mesin/peralatan listrik, mesin/pesawat mekanik, besi dan baja, bahan kimia organik, kapas, plastik dan barang plastik, buah-buahan, serta kendaraan dan bagiannya. o end



Berita Lainnya
Senin, 01 Juli 2019
Jumat, 28 Juni 2019
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Senin, 24 Juni 2019
Minggu, 23 Juni 2019
Jumat, 21 Juni 2019
Kamis, 20 Juni 2019
Rabu, 19 Juni 2019
Senin, 17 Juni 2019
Sabtu, 15 Juni 2019