Beritabatavia.com -
Peran wanita sangat menentukan dalam membentuk karakter anak dan hubungan keluarga. Pertanyaan kian berkembang, mengapa selalu ada perbedaan kualitas bahkan sangat menonjol antara anak Indonesia dengan sejumlah bangsa lainnya. Demikian juga perbedaan kualitas dalam hubungan keluarga. Selain kualitas gizi yang dikomsumsi sejak dini, pendidikan di sekolah formil juga turut menentukan kualitas anak. Tetapi, yang tidak kalah penting adalah peran wanita yang sekaligus ibu.
Bagi wanita Jepang dan Cina ada 14 butir tradisi yang menjadi pola pikir dan sikap serta prilaku yang diterapkan dalam membentuk hubungan keluarga dan kualitas anak. Dalam 14 butir tersebut, dapat disimak apa perbedaan pemikiran dan sikap wanita Cina dan Jepang untuk membangun hubungan keluarga dan membentuk kualitas anak.
1.
Wanita Jepang sering mengajari anak-anak mereka untuk berani melawan kekuatan jahat dan tidak baik. Bahkan jika mereka kalah, akan jauh dari kemuliaan dan kehormatan.
Wanita Cina sering mengajar anak-anak mereka agar pandai bersembunyi, melarikan diri untuk menghindar jika menghadapi kekuatan jahat. Wanita Cina mengatakan bahwa Tuhan akan menghukum mereka yang jahat.
2.
Wanita Jepang selalu mengajarkan kepada anaknya bahwa Jepang adalah negara terbesar di dunia.
Wanita Cina biasanya percaya bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau, sehingga semuanya harus serba luar negeri.
3.
Wanita Jepang biasanya percaya menikah dengan pria asing adalah semacam aib.
Wanita Cina biasanya merasa mendapat kemuliaan jika menikah dengan orang asing.
4.
Wanita Jepang biasanya di luar lady-like, tetapi ditempat tidur menggairahkan (Dirty-like).
Wanita Cina banyak Lady-like di tempat tidur, tetapi di luar menjadi Dirty-like.
5.
Kebanyakan wanita Jepang mematuhi aturan wanita, mendukung suaminya, membesarkan anak-anaknya, dengan patuh.
Sedangkan wanita Cina berpikir menjadi orang nomor satu, dan urusan keluarga menyusul.
6.
Wanita Jepang hampir semuanya sangat berbakti, mereka melihat ibu mertuanya sebagai ibu sendiri.
Sementara wanita Cina bersamangat aar ibu mertuanya cepat mati.
7.
Wanita Jepang memperlakukan suami mereka dengan dorongan dan perhatian. Pulang larut malam kelelahan pada akhir hari, istri akan mengatakan Anda punya hari yang berat?
Wanita Cina memperlakukan suami dengan keluhan dan memarahi. Pulang larut malam kelelahan pada akhir hari, istri akan mengaum Dari mana sih kau,
8.
Kebanyakan gadis-gadis muda Jepang akan menemukan seorang pria yang usianya hampir sama dan sudah waktunya menikah. Serta bertekad untuk hidup bersama.
Gadis muda Cina selalu berusaha menemukan pria kaya bahkan tidak keberatan menjadi istri simpanannya.
9.
Wanita Jepang yang menjadi ibu mengajar anak perempuannya untuk menjaga suami dan tekun, juga berbakti kepada orang tua-nya.
Wanita Cina ibu mengajarkan anak-anak perempuan mereka harus tetap mengontrol semua aset perusahaan suaminya.
10.
Wanita Jepang bisa mentolerir orang tanpa uang (orang miskin), tapi tidak bisa mentolerir pengecut dan laki-laki lemah.
Wanita Cina dapat mentolerir pengecut dan laki-laki lemah, tapi tidak bisa mentolerir orang tanpa uang.
11.
Wanita Jepang melihat laki-laki jantan sebagai orang yang paling menarik.
Wanita Cina melihat laki-laki jantan sebagai Chauvinistis.
12.
Kebanyakan perempuan Jepang sangat fleksibel terhadap perselingkuhan pria.
Kebanyakan perempuan Cina sangat fleksibel terhadap perselingkuhan mereka sendiri.
13.
Wanita Jepang hampir tidak pernah mengatakan hal-hal buruk tentang orang Jepang di depan umum atau di media.
Wanita Cina maupun laki-laki selalu keras mengutuk dan mengejek di berbagai media.
14.
Kata-kata pertama wanita Jepang di malam pertama pernikahan adalah: Jika saya tidak bisa memberikan jasa baik pada malam ini, harap dimaafkan,.
Kata-kata pertama wanita Cina pada malam pertama pernikahan adalah: Cepat dan perlihatkan berapa banyak uang yang telah diterima hari ini!. o son