Selasa, 12 April 2011

Investasi Rumah Sakit Asing Makin Bludak

Investasi Rumah Sakit Asing Makin Bludak

Beritabatavia.com - Berita tentang Investasi Rumah Sakit Asing Makin Bludak

DPR memprotes keras kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang membuka kran investasi asing di industri kesehatan, yakni farmasi dan rumah ...

Ist.
Beritabatavia.com - DPR memprotes keras kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang membuka kran investasi asing di industri kesehatan, yakni farmasi dan rumah sakit. Masuknya penanam modal asing di sektor ini akan menghancurkan industri farmasi nasional dan keberadaan rumah sakit di Indonesia.

"Masalah penanganan kesehatan jangan diserahkan kepada mekanisme pasar bebas, yang semakin menyengsarakan rakyat dan merugikan industri kesehatan dalam negeri. Bayangkan saat ini, pemerintah memberi izin 20 rumah sakit Singapura berekspansi ke Jawa Timur," protes Ketua Komisi IX DPR RI (bidang Kesehatan), Ribka Tjiptaning di Jakarta, kemarin.

Data masuknya RS Singapura ini, sambung dia, ditemukan di Jawa Timur. Ini berarti ada daerah-daerah lainnya yang mengalami nasib serupa. Kebijakan ini, jelas berbasis neo kolonialisme kapitalisme (Nekolim), dan kini populer dengan neoliberalisme (Neolib).

"Padahal sudah menjadi fakta, kebijakan liberalisasi secara masif di berbagai belahan dunia semakin memasifkan rakyat yang termajinalisasi," tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Berdasarkan konstitusi UUD 1945 dan amanat rakyat, fraksi PDIP terus memperjuangkan, agar rumahsakit dan industri farmasi nasional harus diutamakan dikelola negara, karena kesehatan tidak boleh dijadikan komoditi atau diserahkan ke mekanisme pasar secara bebas.

"Apalagi membuka pasar bebas kepada pemodal asing untuk berinvestasi di sektor kesehatan, ini tidak benar, menyimpang dari konstitusi dan amanat rakyat. Sesuai konstitusi kita, Pemerintah harus meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan secara gratis ke rakyat, bukan malah membuka investasi kran asing," sambungnya.

Komisi IX DPR berencana memanggil Menteri Kesehatan terkait dengan masalah ini, karena jika dibiarkan berlarut-larut maka rakyat yang akan menjadi korbannya lagi. o end


Berita Lainnya
Minggu, 29 September 2019
Selasa, 24 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Kamis, 19 September 2019
Selasa, 17 September 2019
Senin, 16 September 2019
Jumat, 13 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Sabtu, 07 September 2019
Jumat, 06 September 2019