Beritabatavia.com -
Untuk mencegah berlanjutnya perseteruan dan bentrokan susulan, menyusul pecahnya bentrokan antar warga etnis tertentu di Pintu Air I, Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Selasa (12/4) malam, hari ini kepolisian bersama Camat Cengkareng akan berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW.
Rencananya perwakilan kedua kubu akan dipertemukan hari ini, untuk membicarakan masalah tersebut agar berdamai, tutur Kompol Ruslan, Kapolsek Cengkareng pada wartawan, Rabu (13/4).
Bentrokan kedua kubu itu melibatkan sekitar 200 orang warga dan 50 orang dari pihak PT T. Namun, hingga saat ini belum ada di antara yang bertikai ditetapkan sebagai tersangka.
Belum ada tersangka, karena kami masih mengembangkan dan menyelidiki kasus ini dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Selain satu orang meninggal, tiga orang lainnya terluka akibat tusukan benda tajam, lanjut Ruslan.
Peristiwa bentrok warga dengan etnis tertentu yang menguasai lahan parkir di Pintu Air I, kompleks Seribu Ruko, Jalan Kamal Raya ini mengakibatkan seorang warga RT 11/08 bernama Ahmad (39) meninggal.
Hingga saat ini meski blokade di TKP telah dibuka oleh polisi, namun dua pleton anggota Brimob Polda Metro Jaya serta puluhan polisi dari Polsek Cengkareng dan Polres Jakarta Barat masih berjaga-jaga di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan.
Kompol Ruslan mengungkapkan bentrokan berdarah yang terjadi sejak pukul 16.30 hingga pukul 01.30 dinihari, dipicu perebutan lahan parkir antara etnis tertentu yang bekerja di PT T dengan warga setempat.
Korban meninggal saat peristiwa bentrokan kedua pecah yang terjadi pukul 22.30. Bentrokan pertama terjadi pukul 16.30, saat itu polisi sudah bisa melerai kedua belah pihak. Tapi ternyata pada malam harinya mereka kumpul lagi dan kembali bentrok, pungkas Ruslan. O brn