Beritabatavia.com -
Penunjukan Kodeco sebagai pemilik 20 persen saham participation interest (PI) di Blok Migas West Madura Offshore (WMO), disinyalir ada ketidakberesan dan permainan tingkat tinggi yang hanya menguntungkan segelintir orang.
Saya mencium bau busuk pada Blok West Madura. Saya wanti-wanti agar warga Jatim sebagai pemilik sumber daya alam, mewaspadai saham operator 20 persen untuk Kodeco, pinta Politikus senior Akbar Tanjung, pada seminar ekonomi di Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (12/5)
Mantan Ketua DPR berasumsi, bisa saja PI milik perusahaan migas Asal Korea Selatan tersebut akan kembali dibagikan kepada PT Sinergindo Citra Harapan dan PT Pure Link Investment yang sempat memiliki saham di blok ini dari bagi hasil dengan dua perusahaan, Kodeco dan CNOOC.
Dua perusahaan ini ternyata tak berpengalaman dalam bidang migas. kita harus waspada, tandas mantan Ketua Umum Partai Golkar.
Diharapkan Pertamina yang kini mempunyai hak penguasaan sebesar 80 persen di blok ini akan membagi sebagian PI mereka ke pemerintah daerah Jawa Timur. o end