Beritabatavia.com -
Penjualan mobil baru, truk dan bus di Jepang pada posisi Mei 2011, merosot hingga 37,8%. Dibandingkan year to year, tahun 2010 penurunannya mencapai 51%. Penjualan pada Mei 2011 hanya tembus 142.154 unit, ungkap Asosiasi Dealer Mobil Jepang (Japan Automobile Dealers` Association) dalam rilisnya, Kamis (2/6).
Diungkapkan, penjualan mobil melemah di Jepang, lantaran pabrikan terpaksa menghentikan produksi terkait terganggunya pasokan suku cadang akibat gempa dahsyat dan tsunami melanda negara matahari terbit, pada 11 Maret 2011.
Diharapkan, produksi kembali pulih lebih cepat dari pada estimasi sebelumnya, pada beberapa industri mobil karena pasokan suku cadang sudah mulai kembali membaik.
Penurunan juga terjadi pada ekspor mobil Jepang, presentasi grafik penurunan lebih dari 60% pada April pascagempa dahsyat dan tsunami. Total produksi mobil, truk dan bus domestik turun 60,1% pada April dibanding 2010, sambung Japan Automobile Manufacturer Association.
Ekspor kendaraan Jepang turun 67,8% dibanding 2010. Baik produksi maupun ekspor mengalami penurunan dengan mencatat rekor terbesar, seorang juru bicara untuk asosiasi tersebut mengatakan kepada AFP.
Produksi kendaraan turun ke posisi 292.001 unit pada April dari 731.829 pada periode yang sama setahun sebelumnya, sementara ekspor 126.061 unit turun dari 391.540 unit pada April 2010, kata kelompok industri tersebut.
Raksasa mobil Jepang Toyota mengatakan produksi domestiknya akan kembali ke tingkat sebelum gempa sekitar 90 persen pada Juni, diuntungkan dengan mulai pulihnya pasokan suku cadang, lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kami perkirakan produksi mencapai 90 persen dalam bulan ini untuk pabrik di Jepang, lebih besar ketimbang pencapaian sebelumnya 70%, kata juru bicara Toyota Paul Nolasco.
Pada April, produksi domestik, tidak termasuk model Hino dan Daihatsu pada group Toyota, hanya 21,6 % dari tingkat pada April 2010, menurut perusahaan itu.
Produksi domestik mulai pulih ke kisaran 70 persen dari tingkat estimasi sebelum gempa pada Mei karena para pemasok di mana memungkinkan untuk beroperasi kembali dengan lebih cepat dari pada yang diperkirakan.
Menurutnya, belum ada angka-angka produksi luar negeri yang pasti, tetapi ekspektasi untuk Juni antara 70-100%. Produksi tetap pada kisaran 70% di Amerika Utara, dan hampir di semua pabrik yang beroperasi di Eropa pada tingkat 100%. o end