Beritabatavia.com -
Wisatawan mancanegara (wisman) asal Timur Tengah (Timteng) yang berwisata di kawasan Puncak Bogor kini ketakutan menyusul hukuman pancung terhadap Ruyati, TKW Indonesia di Arab Saudi.
Memang selama ini, kawasan puncak yang berhawa dingin merupakan destinasi favorit bagi turis Timteng, termasuk asal Arab Saudi sebagai lokasi berlibur. Mereka juga dikenal sering melakukan kawin kontrak dengan penduduk di kawasan wisata itu.
Ada sejumlah wisatawan dari Timteng yang khawatir dan ketakutan, munculnya aksi balas dendam oleh warga pribumi sebagai bentuk sentimen anak bangsa terhadap WN Arab Saudi memuncak menyusul dipancungnya Ruyati, TKW asal Bekasi, ungkap Singgih Rahardjo, manajer sebuah hotel di kawasan Puncak Bogor, Kamis (23/6).
Singgih mengakui rata-rata turis negara Arab yang datang ke Puncak Bogor pada low season mencapai 500 hingga 1/000 orang per bulan. Namun pada high season pada Juli hingga September bisa mencapai 4.000 hingga 5.000 turis Arab ke Puncak karena selain berwisata juga musim kawin kontrak dengan wanita Indonesia.
Dikatakan, setelah kejadian pemancungan terhadap TKW Ruyati, mayoritas wisman Timteng langsung eksodus kembali ke Jakarta maupun pulang ke negaranya. Bahkan banyak yang mengalihkan berwisata ke Malaysia, Thailand, serta negara kawasan ASEAN lainnya.
Winata Johan, pengusaha biro perjalanan wisata yang menangani wisatawan asal Timteng mengaku pembatalan kunjungan ke Indonesia terus melonjak seiring dengan hukuman pancung menimpa TKW Indonesia di Arab Saudi.
Mereka khawatir dan was-was akan muncul aksi balas dendam, sasaran amarah oleh warga Indonesia seiring dengan sikap sentimen anak bangsa terhadap WN Arab Saudi. Ketakutan itu karena mereka membaca informasi dari internet juga informasi dari link mereka, katanya.
Karena itu, sambung dia, hampir 70% yahng membatalkan kunjungan ke Indonesia. Kondisi ini bila tidak diantisipasi akan merugikan Indonesia sendiri sebagai tujuan wisata dunia, serta target kunjungan tahun 2011 sebesar 7 juta wisman, tak akan tercapai.
Diharapkan sentiman terhadap turis Timteng, terutama dari Arab Saudi cepat berakhir, sebab menjelang musim kawin kontrak biasanya sekitar 5.000 turis Arab Saudi per bulan datang ke Indonesia pada high season Juli hingga September ini. o end