Beritabatavia.com -
Antrean kendaraan yang memadati SPBU di sejumlah daerah akhir-akhir ini makin terlihat. Pertamina sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap distribusi BBM mengklaim tidak ada gangguan pasokan ataupun distribusi terkait kelangkaan BBM Bersubsidi yang terjadi di Sumatera beberapa hari terakhir.
Juru Bicara Pertamina, Muhammad Harun mengatakan, kelangkaan BBM di Sumatera terjadi karena banyak kendaraan sektor industri membeli BBM di SPBU yang seharusnya diperuntukkan bagi transportasi warga. Selain itu kelangkaan juga disebabkan semakin tingginya permintaan masyarakat sementara pasokan BBM dibatasi oleh aturan kuota.
Kalau SPBU itu pakai kuota, kan untuk sektor transportasi. Kalau untuk industri, misalnya tambang, perkebunan seharusnya mereka kan membeli BBM industri yang tidak disubsidi. Masalahnya, kalau dia membeli yang tidak bersubdisi kan mahal. Nah, truk-truk besar punya industri, tambang, dan perkebunan banyak menyedot BBM di SPBU. Ini yang membuat masyarakat daerah jadi korban. Makanya Pemerintah Daerah dan aparat setempat harus mengatur ini. Tanpa itu ya susah, ujarnya di Jakarta, Selasa (28/6).
Beberapa hari belakangan ini kelangkaan BBM terjadi di wilayah Sumatera seperti Asahan di Sumatera Utara, Way Kanan Bengkulu dan Ogan Komering Ulu Timur di Sumatera Selatan. Selama ini BBM wilayah Sumatera dipasok dari dua kilang Pertamina di Dumai, Riau dan Plaju, Sumatera Selatan. O brn