Beritabatavia.com -
Asisten Deputi Menteri Koordinator Perekonomian bidang Minyak, Muhammad Husein mengklaim, penundaan pelaksanaan pembatasan BBM yang seharusnya dimulai Juni lalu karena masih belum siapnya Pertamina. Karena itu, pembatasan BBM dilakukan setelah semua infrastruktur sudah siap.
Setelah Idul Fitri akan kita pastikan. Saya kira kalau opsi kita sudah tahu semua, tinggal yang mana aja yang dipilih. Macam-macam opsi sudah diexercise. Sekarang semua sudah di kementrian ESDM, karena disana kan sudah ada Pokja yang membahas tentang opsi pembatasan BBM, ujarnya di Jakarta, Jumat (1/7).
Kemarin, Dirjen Migas, Kementerian ESDM, Evita Legowo memastikan pembatasan BBM bersubsidi akan diterapkan setelah Lebaran. Namun, Evieta memastikan tidak akan ada penaikan harga BBM. Keputusan tentang pembatasan BBM bersubsidi akan diputuskan dalam Sidang Kabinet.
Tiga pilihan yang sudah dikeluarkan terkait pembatasan BBM subsidsi adalah kenaikan harga premium Rp500 per liter namun untuk angkutan umum akan diberikan cash back dengan jumlah yang sama dari kenaikan harga BBM. Dengan demikian, angkutan umum akan tetap mengisi bensin dengan harga lama.
Pilihan kedua, kendaraan pribadi tidak lagi mengkonsumsi Premium dan dialihkan ke Pertamax. Terakhir, melakukan penjatahan konsumsi premium dengan melakukan sistem pengendali. O ant/brn