Beritabatavia.com -
Kepastian taipan Chairul Tanjung membeli detik.com dibenarkan juru bicara Trans TV (anak usaha TransCorp), Hadiansyah Lubis. Dia menjelaskan, uji tuntas sedang dilakukan. Hadi menolak menyebutkan nilai transaksi pembelian.
Saya tidak tahu, itu urusan holding. Rencana pembelian ini sengaja tidak dipublikasikan meluas agar tidak mempengaruhi proses tawar-menawar. Nanti harganya tambah naik, ujarnya di Jakarta, Jumat (1/7).
Di bidang bisnis media, TransCorp telah memiliki dua stasiun televisi: Trans TV dan Trans 7. Trans TV beroperasi sejak 2001. Sementara itu, Trans 7 sebelumnya adalah TV 7 milik Kelompok Kompas Gramedia yang diakuisisi pada 2006.
Langkah pemilik Grup Trans Corporation (TransCorp), Chairul Tanjung, membeli media dalam jaringan atau daring (online) detik.com milik PT Agranet Multicitra Sibercom (Agrakom) dinilai sebagai aksi korporasi yang tepat. Membeli detik.com sangat menguntungkan, kata pelaku bisnis digital, Nukman Lutfie.
Nukman mengatakan detik.com adalah media daring nomor satu dalam perolehan iklan. Tahun ini mereka meraup Rp 100 miliar dari iklan. Media detik.com nomor satu diikuti kompas.com.
Pertumbuhan iklan detik.com setiap tahun menunjukkan peningkatan. Menurut Nukman, prospek media daring makin mencerahkan lantaran sebagian besar perusahaan telah menganggarkan iklan di media ini.
Masuknya Chairul Tanjung ke detik.com merupakan ekspansi bisnis yang menguntungkan. Pasalnya, detik.com sudah stabil dan menguntungkan ketimbang membuat media daring baru. Biayanya lebih besar dan sulit mengalahkan pemain lama, kata Nukman. O ant/brn