Beritabatavia.com -
Mediasi antara Asosiasi Pilot Garuda (APG) dengan manajemen PT Garuda Indonesia Tbk, tidak menghasilkan kesepakatan kedua belah pihak atau masih deadlock. Pertemuan APG diwakili Capt Presiden APG, Capt Stephanus Gerardus Setitit dan management Garuda Indonesia diwakili Direktur Keuangan PT Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan.
Hingga batas waktu mediasi yang ditentukan, kedua pihak yang berseteru tidak menemukan kesepakatan apa pun. Hal itu terjadi saat mediasi terakhir pada 26 Agustus lalu, ungkap Stephanus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/9).
Dijelaskan, pertemuan APG dengan Manajemen Garuda dilakukan secara intensif pada bulan puasa lalu yaitu tanggal 15, 19, 22, 23,24, 25, 26 dan 26 Agustus 2011.
Pada tanggal 26 Agustus 2011 sebelum dilakukan perundingan, ternyata belum adanya kata kesepakatan dari empat poin utama sebagaimana yang telah disepakati dalam perundingan pada 15 Agustus 2011.
Bahkan, masih terjadi beda pendapat terkait masalah yang akan dibahas. Hal ini tentunya sangat mengecewakan karena seluruh anggota APG sudah menunggu hasil perundingan tersebut, ungkapnya.
Saat perundingan dimulai, Stephanus sempat menanyakan mengapa tidak ada kata kesepakatan permasyalahan yang dibahas, khususnya masalah remunerasi. Pertanyaan ini dijawab Elisa dengan kata-kata NO WAY karena perusahaan tidak mempunyai dana yang cukup, namun setuju melakukan perundingan terkait perubahan sistem tanpa menyebutkan dana yang disediakan.
Padahal, perubahan sistem penggajian tidaklah mungkin dapat diselesaikan dalam perundingan ini karena membutuhkan waktu yang panjang dan harus melalui proses uji coba, sedangkan hasil perundingan ini ditunggu oleh 600 pilot anggota APG, tegasnya.
Karena itu, sambung Stephanus menanyakan kembali hasil perundingan selama ini apakah dapat diterima ataukah tidak terkait permasalahan perubahan sistem dari 17 menjadi 10 layers yang diajukan oleh Direktur Keuangan PT. Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan. o end