Beritabatavia.com -
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Batam kembali kehabisan stok. Kelangkaan ini diduga akibat penyelewengan BBM ke industri.
Ada apa ini? Polisi harus mengusut tuntas dugaan penyelewengan BBM ke industri. Kalau tidak masyarakat yang susah, kata Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Kasbulatov seperti dikutip Media Indonesia, Rabu (5/10).
Ia menyesalkan tidak adanya tindakan berarti dari Pemkot Batam maupun pihak terkait. Padahal, kelangkaan yang terjadi BBM di Kota Batam semakin parah.
Kelangkaan ini memang menjadi hal aneh karena setiap bulan, Batam mendapat suplai solar dan premium sebesar 6.768 kilo liter. Jumlah ini bahkan ditambah jika memang ada kekurangan.
Apa lagi yang kurang. Jangan mereka (SPBU) mengaku kosong lalu padahal menjual BBM ke industri. Ini harus diselidiki. Pemilik SPBU juga harus diperiksa ada apa dengan SPBU yang langka itu, tegasnya.
Di sejumlah SPBU di Batam, memang di terlihat antrian panjang warga. Bahkan ada juga SPBU yang memasang pengumuman premium maupun solar habis seperti yang terlihat di SPBU Batam Centre serta SPBU Sei Jodoh.
Kondisi ini membuat warga harus membeli solar dan premium di pedagang eceran dengan harga yang lebih mahal. Menurut pedagang solar dan premium eceran, BBM yang mereka dapat dibeli di SPBU pada malam hari.
Kalau tidak demikian kami tidak bisa dapat BBM untuk dijual. Biasanya pada malam hari, kami membelinya, kata Narto salah seorang penjual BBM eceran di Sei Panas. o ep