Beritabatavia.com -
Ratusan orang tergabung Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dan Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (6/10). Mereka menuntut pengesahan RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang sudah lama tersendat di DPR.
Tersendatnya pengesahan akibat dihambat investor di bursa efek. Kondisi ini membuat pekerja formal dan informal semakin susah untuk mendapatkan jaminan sosial yang jelas, salah satunya jaminan kesehatan seumur hidup, papar Akhmad Sodikin, kordinator aksi.
Sekarang ini, sambung Akhmad, jaminan kesehatan bersifat diskriminatif, sebatas siapa yang bekerja pasti akan mendapat jaminan, tapi yang tidak bekerja tidak mendapat jaminan kesehatan.
Satria, pengunjuk rasa lainnya dalam orasinya meminta pemerintah segera mengesahan RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang masih berjalan alot di Gedung DPR RI. Alotnya karena disinyalir saham Jamsostek sebesar 20 persen ada di BEI.
Saham yang ada di BEI itu merupakan hak buruh yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Seharusnya para investor dan pengelola BEI bertindak adil, juga harus memikirkan kepentingan masyarakat kelas bawah, tambahnya.
Selain itu, kata dia, BEI merupakan lambang kapitalisme yang menyengsarakan buruh dan rakyat. BEI hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Selain menggelar spanduk dan orasi, sekitar 10 pengunjuk rasa melakukan aksi telanjang dada dan tidur di trotoar jalan di depan Gedung BEI. Tubuh mereka dicat warna merah.
Aksi ini juga menimbulkan hambatan lalu lintas di kawasan Jalan Sudirman yang akan menuju ke kawasan Blok M. Pengamanan terlihat dilakukan polisi gabungan dari Polres Jakarta Selatan dan Polsek Kebayoran Baru, berserta keamanan gedung BEI.
Rencananya, aksi ini akan dilanjutkan di Gedung Kementerian Keuangan di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. o end