Kamis, 27 Oktober 2011 21:08:12

Lagi, Radar Bandara Soekarno-Hatta Bermasalah

Lagi, Radar Bandara Soekarno-Hatta Bermasalah

Beritabatavia.com - Berita tentang Lagi, Radar Bandara Soekarno-Hatta Bermasalah

Radio Detection and Ranging (Radar) yang berguna untuk mendeteksi lalu-lintas pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mendadak kehilangan kode kurang lebih ...

 Lagi, Radar Bandara Soekarno-Hatta Bermasalah Ist.
Beritabatavia.com - Radio Detection and Ranging (Radar) yang berguna untuk mendeteksi lalu-lintas pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mendadak kehilangan kode kurang lebih 41 menit hingga satu jam, Kamis, (27/10) malam.

Akibatnya, puluhan pesawat dari berbagai maskapai penerbangan diarahkan dengan cara berputar-putar di udara dan ditunda take-off lima menit.

Supaya dicatat, radar tidak mati, hanya tiba-tiba blank hilang kode misalnya pesawat A dengan nomor penerbangan xxx, nah yang xxx itu hilang tak terbaca, kata Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Harry Cahyono.

Harry membantah sistem radar yang kehilangan kode berlangsung hingga satu jam. Menurutnya sistem radar menghilang selama kurun waktu pukul 16.29 WIB sampai 17.56 WIB. Akibatnya PT AP II langsung menyiapkan back up.

Kami tunda pesawat dengan memberi jarak sparasi sekitar lima menit setiap pesawat, kata Tri Sunoko, Direktur Utama PT AP II dihubungi terpisah.

Baik Tri maupun Harry menyatakan saat ini kondisi sudah clear normal kembali. Kodenya sudah muncul dan pesawat sudah normal kembali terbang, ujar Harry seperti dilansir Tempointeraktif.com

Insiden radar mati ini dalam catatan Tempo juga pernah terjadi pada 2010 silam. Oleh karenanya ketika itu Pemerintah memutuskan untuk mengganti sistem radar di Bandara Internasional Soekarno Hatta karena usianya yang sudah tua.

Radar yang difungsikan di bandara pada saat ini merupakan bagian dari Jakarta Automated Air Traffic System (JAATS), yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1985.

Dana untuk penggantian radar direncanakan berasal dari APBN dan dana komersial perusahaan. Penggantian radar akan memakan biaya hingga Rp 800 miliar. Menteri BUMN ketika itu, Mustafa Abubakar, meminta agar dilakukan audit cepat dan menyeluruh.

Tentang rencana penggantian radar itu, Dirut Tri Sunoko membenarkan dan menyatakan akan ditenderkan pada Novenber 2011 tahun ini. o ep


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 18 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Selasa, 14 Juli 2026
Jumat, 03 Juli 2026
Selasa, 30 Juni 2026
Jumat, 26 Juni 2026
Senin, 22 Juni 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Sabtu, 20 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Selasa, 19 Mei 2026
Minggu, 03 Mei 2026