Beritabatavia.com -
Jumlah pegawai hotel di Palembang mencapai 6.000 orang. Mereka tersebar di sekitar 25 hotel berbintang dan ratusan penginapan kelas melati. Dari jumlah itu, hanya 17 persen yang sudah bersertifikat selebihnya belum.
Kondisi ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Asfiudin, Senin (28/11). Dia mengatakan, kendala yang dihadapi para pengelola hotel adalah sumber daya manusia (SDM) yang masih rendah. Masih rendah SDM kita, ujarnya.
Dijelaskan, sertifikasi kepada karyawan hotel, dilaksanakan lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pusat melalui LSP Sumsel yang dikoordinasikan dengan pengurus PHRI Sumsel. Sementara pemberian sertifikat dari Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP).
Menurut Herlan, pihaknya terus mengupayakan jumlah penerima sertifikat terus bertambah. Setiap tahunnya, ada jatah kepada setiap provinsi untuk sertifikat yang dibagikan. Tahun ini misalnya, ada 5.000 sertifikat yang diberikan kepada pegawai hotel, kita dapat jatah untuk 200 orang, katanya.
Tapi, saat pelaksanaan beberapa waktu lalu, Sumsel mendapat jatah lebih dari kuota sebanyak 150 sertifikat. Tambahan ini, dimanfaatkan sehingga jumlah pemilik sertifikat terus naik.
Kita dapat jatah 350 sertifikat karena ada daerah lain yang tidak menerima sertifikasi, katanya.
Tahun ini juga, PHRI Sumsel berencana meminta jatah tambahan karena masih tersisa sertifikat yang belum dimanfaatkan.
Pertengahan Desember nanti rencananya akan sertifikasi lagi. Ada 200 sertifikat yang akan dibagikan. Bila tercapai, maka Sumsel tahun ini mendapat 550 sertifikat, ujarnya.
Untuk mendapatkan sertifikat itu, para pegawai hotel ini harus melalui tes yang diujikan. Tes yang diberikan, sesuai dengan bidang kerja masing-masing pegawai.
Kalau dia di FO (front office), ujiannya tentang FO. Bidang lainnya seperti cheef, security, dan lainnya sesuai dengan bidang masing-masing, katanya.
Sertifikat yang diberikan tersebut, merupakan bentuk pengakuan profesi karyawan hotel dan kemampuan yang memadai, pengakuan terhadap pegawai yang telah disertifikasi, juga dapat meningkatkan kelas hotel berbintang. PHRI Sumsel setiap tahun juga melakukan reklasifikasi terhadap hotel.
Setiap hotel dilakukan reklasifikasi, apakah masih memungkinkan atau tidak dalam memakai status bintangnya. Salah satunya adalah Hotel Arjuna yang turun status bintangnya jadi 1 setelah sebelumnya berbintang 2 karena ada reklasifikasi, kata Herlan.
Penilaian reklasifikasi ini, tergantung pada fasilitas yang dimiliki dan SDM dalam memberikan pelayanan kepada tamu yang datang. Nilainya 40 persen untuk fasilitas hotel yang dimiliki dan 60 persen soal SDM dalam pelayanannya, katanya.
Herlan mengungkapkan, saat pelaksanaan SEA Games selama 11 hari lalu, akomodasi hotel dan Wisma Atlet tembus Rp30 miliar.
Ia mengaku, ada kenaikan harga dari pihak hotel yang menerima tamu dari 11 negara peserta pesta olahraga se-Asia Tenggara ini. Kenaikan harga ini ada, tapi berapa angkanya nggak bisa disebutkan, kata Herlan.
Kenaikan jumlah kunjungan ini, akan terus terjadi hingga 2012 mendatang. Pasalnya, akan ada even internasional yang akan dilakukan di Palembang. Seperti pertandingan voli internasional, sepak takraw, dan sebagainya.
SEA Games ini memicu dunia internasional untuk mengadakan pertandingan di Sumsel, katanya. o end