Jumat, 16 Maret 2012 14:44:35

Pilih Gubernur Yang Tidak Minta Dilayani

Pilih Gubernur Yang Tidak Minta Dilayani

Beritabatavia.com - Berita tentang Pilih Gubernur Yang Tidak Minta Dilayani

Pilkada DKI

Pilih Gubernur Yang Tidak Minta Dilayani Ist.
Beritabatavia.com - Pilkada DKI yang sudah tinggal beberapa bulan lagi, berbagai proses kegiatan politik mulai berlangsung. Begitu juga  keinginan masyarakat Jakarta tentang Gubernur mendatang, seharusnya adalah sosok yang lebih baik.

Bagi masyarakat etnis Tionghoa berharap, Gubernur DKI terpilih nanti hendaknya tidak hanya mampu mengatasi berbagai persoalan yang menghimpit ibukota. Tetapi, juga harus sosok Gubernur yang pluralis, dan tidak selalu minta dilayani.
 
Siapa pun orangnya yang menjadi gubernur baru, asal tidak mengeluarkan kebijakan diskriminatif. Kalau bisa menghapus segala bentuk diskriminasi. Sampai saat ini, diskriminasi itu masih dirasakan sebagian warga keturunan Tionghoa, ujar Lina warga Kelapagading, Jakarta Utara.

Sementara Penasihat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Daniel Johan mengatakan, jumlah warga keturunan Tionghoa di Jakarta  cukup signifikan. Diperkirakan, jumlah pemilih warga keturunan di DKI ini sekitar 30 persen dari total keseluruhannya.

Daniel berharap, agara pada Pilkada mendatang, warga Tionghoa agar berpartisipasi aktif dengan ikut memberikan suara. Jangan lagi bersikap pasif dalam politik seperti pada masa Orde Baru.Dari seluruh warga Jakarta keturunan Tionghoa yang memiliki hak pilih, saya kira sekitar 75 persen akan ikut memilih di pilkada. Asalkan mereka terdaftar dan bisa ikut memberikan suara, ujarnya.

Namun, Daniel mengaku belum bisa memastikan siapa sosok calon yang bakal didukung warga Tionghoa. Kita lihat saja nanti, memang banyak pandangan berbeda. Tapi, tentu kami akan memilih gubernur yang punya perhatian kepada kami, ujar Daniel.

Memang, diakuinya, belakangan ini sudah banyak bakal calon (balon) gubernur yang sudah mengumbar pluralitas dalam pencalonannya. Tapi, kata dia, hal itu perlu dibuktikan dengan nyata, bukan hanya diucapkan di bibir saja.

Dia mengungkapkan, warga Tionghoa merindukan seorang Gubernur DKI yang memahami rakyat, bukan mengikuti kehendak rakyat.Memahami rakyat dan menuruti kehendak rakyat itu merupakan dua hal berbeda. Suara rakyat kan bisa dibeli kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kepentingan sendiri. Jadi, diperlukan seorang gubernur yang tak mau begitu saja mengikuti tuntutan rakyat, ungkap Daniel.

Selain itu, tambahnya, Gubernur Jakarta yang baru nanti harus mampu mendorong para lurahnya agar lebih merakyat. Banyak pemimpin yang awalnya orang biasa yang bersahaja, tetapi bersikap feodal begitu jadi pejabat. Buktinya, banyak pejabat maunya diurus, mapnya saja harus dibawakan, tutupnya. 0 son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 13 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
Selasa, 07 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Kamis, 26 Januari 2017
Senin, 23 Januari 2017
Jumat, 20 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017