Rabu, 21 Maret 2012 14:25:30

Nasib Cagub DKI Ditangan Rakyat

Nasib Cagub DKI Ditangan Rakyat

Beritabatavia.com - Berita tentang Nasib Cagub DKI Ditangan Rakyat

Proses

Nasib Cagub DKI Ditangan Rakyat Ist.
Beritabatavia.com - Proses pendaftaran calon gubernur DKI di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI baru saja berakhir. Kini, para kandidat kini sedang menyempurnakan program yang akan diusung pada masa kampanye mendatang.

Diperkirakan, pertarungan para calon Gubernur DKI baik yang diusung Partai Politik maupun calon Independen, bakal berlangsung seru. Sebelum rakyat menentukan nasib para Cagub DKI pada Juli mendatang. Pasangan calon harus berupaya merebut simpati rakyat lewat strategi yang dilaksanakan para tim sukses, maupun kemampuan finansial . Karena kinerja dan kepiawaian para tim sukses serta dukungan finansial yang cukup, akan menentukan apakah pasangan cagub bisa memenangkan pertarungan merebut kursi DKI-1, pada Juli mendatang.

Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari mengatakan, untuk memenangkan Pilkada, tergantung apakah figur yang maju sebagai calon bisa diterima masyarakat daerah tersebut. Hal itu terbukti dari berbagai Pilkada di daerah menunjukkan, pemenang adalah figur daerah tersebut.  Jadi, yang menentukan adalah, figur calon yang maju. 

 Tidak menjadi ukuran, apakah calon maju lewat jalur independen ataupun parpol. Pilkada akan dimenangkan oleh calon yang mendapat simpati dari masyarakat daerah tersebut, ujar Qodari saat dihubungi kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, calon yang diusung oleh Parpol besar sekalipun, jika  tidak memiliki tingkat kepercayaan dari masyarakat, maka tidak akan memenangi pertarungan di pilkada. Jelas, kuncinya lebih pada tingkat popularitas figur, jelasnya.

Qodari mengungkapkan, calon dari parpol itu hanya memberikan keuntungan pada saat melakukan registrasi. Yang kedua, saat kampanye. Karena, Parpol sudah memiliki struktur jaringan yang mampu mencapai ke tataran bawah. Walaupun tidak bisa juga jadi jaminan.

Keuntungan lain dari calon yang diusung partai politik. Yakni calon memiliki market jelas. Kalau sudah terpilih, calon dari partai politik lebih memiliki kaki dalam menjalankan pemerintahannya, ujarnya.

Sementara, calon independen, Qodari melanjutkan,  memiliki kekurangan ketimbang calon yang diusung parpol. Diantaranya, calon independen itu sulit memanfaatkan suara partai politik.Meskipun suara partai itu tidak identik dengan suara calon. Artinya pemilih itu memiliki logika sendiri dalam menentukan pilihannya kepada calon, katanya. Ditambahkan, apabila calon independen ingin meraih pemilih dari partai politik,dia harus memiliki jaringan kuat.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Bachtiar Aly mengatakan, calon independen bisa saja memenangkan Pilkada, tetapi sosok calon yang maju harus berasal dari tokoh masyarakat yang mengakar di daerahnya. Dia harus dikenal memiliki reputasi dan integritas baik sampai anak kecil ataupun tingkat RT, katanya.
 
Calon independen juga diwajibkan memiliki dana cukup besar. Kalau hanya sekadar coba-coba lewat jalur independen lebih baik jangan karena yang akan dihadapi adalah pemilik dana besar, katanya. Tidak hanya itu, Bachtiar melanjutkan, calon independen juga harus merekrut tim sukses yang berpengaruh di wilayah tertentu. 0 son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 13 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
Selasa, 07 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Kamis, 26 Januari 2017
Senin, 23 Januari 2017
Jumat, 20 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017