Sabtu, 02 Juni 2012 17:45:13

Mustahil Bisa Atasi Kemacetan Hanya Tiga Tahun

Mustahil Bisa Atasi Kemacetan Hanya Tiga Tahun

Beritabatavia.com - Berita tentang Mustahil Bisa Atasi Kemacetan Hanya Tiga Tahun

Sebagian warga ibukota Jakarta tidak yakin kalau ...

Mustahil Bisa Atasi Kemacetan Hanya Tiga Tahun Ist.
Beritabatavia.com - Sebagian warga ibukota Jakarta tidak yakin kalau masalah kemacetan bisa diatasi hanya dalam waktu tiga tahun. Menurut warga  janji pasangan calon Gubernur DKI bisa mengatasi kemacetan hanya dalam waktu tiga tahun, sangat mustahil bisa terwujud. Karena melihat kondisi inprastruktur yang masih sangat kurang dan ketergantungan APBD DKI dari sektor pajak kendaraan.

Ketua umum Persatuan Masyarakat Jakarta Raya (PMJR) Muhamad Junaedi mengatakan, sebaiknya para pasangan calon Gubernur tidak  mengumbar janji-janji yang tidak mungkin terwujud. Selain melakukan  kebohongan, materi kampanye seperti itu juga bisa  mengganggu kelancaran,     ketertiban dan kedamaian proses Pilkada itu sendiri.

Junaedi mengajak seluruh masyarakat yang hidup dan tinggal serta mencari nafkah di Jakarta ikut mensukseskan Pilkada DKI 2012 dan memilih pemimpin yang tidak suka ngobral janji. Saat ini  Jakarta membutuhkan pemimpin yang punya nyawa untuk membangun Jakarta yang tentram ,damai dan rukun dalam hidup berdampingan sesama agama , suku dan ras .

Tudingan warga Jakarta itu didukung pengamat ekonomi yang juga calon wakil Gubernur DKI Didik J Rachbini yang berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid. Dalam sebuah seminar bertajuk 'Economic Outlook 2012' Didik mengatakan jumlah kendaraan di Jakarta tidak diimbangi dengan pertumbuhan fasilitas jalan raya. Sehingga, diprediksi lima tahun kedepan Jakarta akan mengalami kemacetan yang lebih parah.

Menurut Didik, pengguna kendaraan umum menurun jadi 30 persen,   sementara pengendara mobil pribadi naik 62 persen. Hal itu disebabkan buruknya infrastruktur transportasi di Jakarta.

Dikatakan, kemacetan di Jakarta belum mampu diatasi sehingga kalah dengan negara lain, seperti Filipina dan sejumlah negara asean lainnya. Kondisi kian parah, karena Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)  masih tetap menjadi primadona atau penyumbang terbesar untuk APBD Pemprov DKI.0 son
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 13 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
Selasa, 07 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Kamis, 26 Januari 2017
Senin, 23 Januari 2017
Jumat, 20 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017