Selasa, 14 Agustus 2012 12:03:53

PKS Tidak Berkaca pada Sikapnya

PKS Tidak Berkaca pada Sikapnya

Beritabatavia.com - Berita tentang PKS Tidak Berkaca pada Sikapnya

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai tidak berkaca pada sikapnya selama ini ketika mengkritik pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau ...

 PKS Tidak Berkaca pada Sikapnya Ist.
Beritabatavia.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai tidak berkaca pada sikapnya selama ini ketika mengkritik pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Jokowi-Ahok. PKS dinilai hanya mencari pembenaran atas sikap politik mendukung pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Penilaian itu disampaikan pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Gun Gun Heryanto, Selasa (14/8), di Jakarta, terhadap komentar pernyataan Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta.

Sebelumnya, Anis mengkritik pasangan Jokowi-Ahok lantaran tak menyelesaikan tugasnya. Jokowi tak menyelesaikan tugas sebagai Wali Kota Solo dan Ahok sebagai anggota DPR.

Dikatakan, Hidayat Nur Wahid yang diusung PKS pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta juga bersikap sama. Hidayat masih tercatat sebagai anggota DPR periode 2009-2014. Belum lagi jika melihat sikap Didik yang tak mengikuti keputusan PAN untuk mendukung Foke-Nara. Padahal, Didik adalah salah satu Ketua DPP PAN, katanya seperti dilansir kompas.com

Gun Gun berpendapat, PKS juga tak melihat sikap Foke yang bertikai dengan Wakil Gubernur Prijanto selama bertahun-tahun. Prijanto bahkan sampai mengajukan pengunduran diri, tetapi ditolak oleh DPRD DKI Jakarta. Menurut Gun Gun, hal itu juga memberikan pendidikan politik yang buruk. Jadi, logika yang dibangun Anis Matta tidak relevan lagi, katanya.

Gun Gun mengatakan, PKS juga telah memberikan pendidikan politik yang buruk setelah tak konsisten ketika mendukung Foke jika melihat sikap PKS yang menghantam Foke pada Pilkada 2007 dan putaran pertama Pilkada 2012 . Selain itu, pendidikan politik yang buruk juga terlihat dari sikap PKS di koalisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Track record partai yang tidak konsisten dalam koalisi, misalnya, mengambil peran sebagai oposisi di berbagai kebijakan pemerintah. Publik tentu skeptis, mengapa jika PKS tidak selaras dengan pemerintah tidak keluar dari kekuasaan? Ini juga memberi pendidikan buruk kepada khalayak, kata pengajar di Universitas Paramadina itu. o mcpd
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 13 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
Selasa, 07 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Kamis, 26 Januari 2017
Senin, 23 Januari 2017
Jumat, 20 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017