Selasa, 18 September 2012 20:20:39

Waspadai Rekayasa Penghitungan Pemilih

Waspadai Rekayasa Penghitungan Pemilih

Beritabatavia.com - Berita tentang Waspadai Rekayasa Penghitungan Pemilih

Beberapa modus kecurangan rawan terjadi saat pemungutan suara pada Pilkada Jakarta putaran kedua tanggal 20 September mendatang. Misalnya rekayasa ...

Waspadai Rekayasa Penghitungan Pemilih Ist.
Beritabatavia.com - Beberapa modus kecurangan rawan terjadi saat pemungutan suara pada Pilkada Jakarta putaran kedua tanggal 20 September mendatang. Misalnya rekayasa penghitungan pemilih setelah pencoblosan. Hal ini perlu dilakukan karena diprediksi Gubernur DKI nanti akan ditentukan melalui kemenangan tipis.

'Putaran kedua ini rawan kecurangan, salah satunya duplikasi suara,' kata Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Wahyudinata di Jakarta, Selasa (18/9).

Duplikasi suara, menurut Wahyu, dilakukan dengan menghitung ulang suara yang sudah dihitung sehingga jumlah suara dengan jumlah surat suaranya berbeda.

'Jadi surat suara yang sudah dihitung diletakkan di dekat surat yang belum dihitung,' kata Wahyu serta menambahkan kecurangan semacam itu pernah terjadi pada putaran pertama.

Dia mengimbau masyarakat ikut memantau pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara untuk mencegah terjadinya kecurangan serupa pada putaran kedua Pilkada Jakarta.

KIPP pun akan mengonsentrasikan relawan-relawan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai rawan kecurangan seperti TPS di daerah padat penduduk.

'Kami akan fokus di TPS-TPS yang kami anggap pada putaran pertama petugas KPPS-nya curang,' kata Wahyu.

Ia menambahkan, kecurangan lain yang rawan terjadi saat pelaksanaan pemungutan suara adalah adanya petugas Komite Pelaksana Pemungutan Suara (KPPS) yang mengarahkan pemilih dan memengaruhi pemilih dengan berkerumun di sekitar TPS mengenakan atribut salah satu calon.

Selain itu, lanjut dia, ada petugas KPPS yang tidak mencelupkan jari, mendokumentasikan hasil pencoblosan suara, serta mengintimidasi pemilih dan pemantau.

Menurut Wahyu, KIPP hanya memiliki 250 relawan untuk memantau 250 hingga 300 TPS dari awal sampai akhir pemungutan dan penghitungan suara.

'Tapi tetap prioritas kami di TPS yang rawan,' demikian Wahyudinata. O brn
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 13 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
Selasa, 07 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Kamis, 26 Januari 2017
Senin, 23 Januari 2017
Jumat, 20 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017