Selasa, 01 Juli 2014 11:50:04

Tulisan Dari Lembang Untuk HUT Bhayangkara ke 68

Tulisan Dari Lembang Untuk HUT Bhayangkara ke 68

Beritabatavia.com - Berita tentang Tulisan Dari Lembang Untuk HUT Bhayangkara ke 68

Hampir di semua pendidikan dan pengembangan Polri ditandai dengan produk-produk tertulis yang berupa karya perorangan maupun kelompok . Namun ketika ...

Tulisan Dari Lembang Untuk HUT Bhayangkara ke 68 Ist.
Beritabatavia.com - Hampir di semua pendidikan dan pengembangan Polri ditandai dengan produk-produk tertulis yang berupa karya perorangan maupun kelompok . Namun ketika mencari produk-produk tertulisnya  hampir tak ditemukan. Mengapa demikian?

Proses dan cara menulis di sekolah-sekolah polisi menjadi suatu tekanan atau pemaksaan bahkan pengkeberian pemikiran. Sehingga yang terjadi adalah yang penting saya mengumpulkan dan saya sudah membuat tulisan.  Bukan lagi menulis yang penting-penting tetapi menjadi yang penting menulis. Tidak menuliskan yang pokok malah menjadi pokoknya menulis.

Ketika kita membaca buku harian Anne Frank, kita bisa membayangkan kekejaman tentara nazi terhadap bangsa Jahudi di masa perang dunia kedua. Begitu juga Buku Habis Gelap Terbitlah terang yang merupakan kumpulan surat-surat RA Kartini kepada keluarga Abendanon, dengan membaca buku tersebut, kita bisa  mengetahui betapa besar cita-cita Kartini untuk memajukan kaumnya.

Para kedua penulis buku tersebut tidak bercita-cita menerbitkan buku hebat, melainkan sekadar mencurahkan isi hatinya, pengalamannya yang penting dan pokok-pokok, sehingga ketika dirangkai dapat menjadi sebuah buku yang inspiratif bagi umat manusia. Disinilah pentingnya menulis dengan  hati. Yang bukan sekadar pokoknya menulis. Menulis merupakan suatu kemampuan dalam menuangkan ide-ide dan pemikiran dalam bentuk tulisan. Ini sebenarnya membuat suatu keabadian dan membangun peradaban. Seperti saat ini kita bisa belajar dan mengetahui pemikiran para filsuf seperti Socrates, Plato, Aristoteles dan sebagainya.

Kemampuan tulis menulis merupakan suatu tingkat peradapan dan karya sastra. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kemajuan, teknologi, ekonomi, kebudayaannya dan sastranya. Ketika kita meresapi kata-kata mutiara para pahlawan dan tokoh-tokoh nasional  kita bisa memahami hatinya, pikirannya dan budinya bahkan kebesaran jiwanya.

Sayangnya, sekarang ini jarang sekali pejabat atau pemimpin mampu memberikan nasihat atau kata-kata mutiara yang menyentuh hati dan penguat jiwa. Kemungkinan karena terlalu sibuk dengan acara-acara seremonial, protokoler, sehingga tidak lagi menyentuh dan welas asih dari hatinya, tidak terasah lagi, semua serba ok. Bagai di menara gading yang serba manut nurut dan siap sendiko awuh. Kesaktian jarinya bukan untuk menulis melainkan untuk memerintah sabdo pandito ratu.

Almarhum Profesor Satjipto Rahardjo mengingatkan bahwa polisi adalah ahli sosiologi, kriminologi, karena setiap hari pekerjaannya dibidang itu dan mampu berinteraksi serta mampu menyelesaikan berbagai masalah sosial. Tetapi jika pengalaman-pengalaman itu di tulis. Di era digital ini mari kita bangkitkan semangat polisi Opo Opo Ditulis  yang dapat dijadikan yurisprudensi, refrensi, bahkan laboratorium sosial yang hidup.

Dan polisi dalam bekerja tidak semata-mata pokoknya tugas, melainkan mampu melaksanakan tugas pokonya menjadi polisi sang penjaga kehidupan, sang pembangun peradaban dan pejuang kemanusiaan.

Selamat hari Bhayangkara  ke 68 Jadilah Bhayangkara nusantara yang profesional, cerdas, bermoral dan modren. O Kombes Pol. DR Chrisnanda Dwi Laksana

Berita Lainnya
Minggu, 04 Agustus 2024
Rabu, 17 Juli 2024
Rabu, 19 Juni 2024
Senin, 22 April 2024
Senin, 26 Februari 2024
Kamis, 01 Februari 2024
Senin, 13 November 2023
Rabu, 12 April 2023
Senin, 03 April 2023
Selasa, 07 Maret 2023
Rabu, 15 Februari 2023
Senin, 06 Februari 2023