Beritabatavia.com -
Ketua Pansel Kompolnas Komjen (Purn) Imam Sudjarwo menginginkan Komisioner Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional) kedepan harus mempunyai ide-ide cemerlang untuk pengembangan tugas Polri ke depan yang makin berat. Itu karenanya dalam tes tertulis seleksi calon anggota Kompolnas, peserta diminta membuat esai dengan tulisan tangan tentang Polri yang profesional, modern, dan peduli terhadap rakyat.
Tema esai adalah ‘Peran Strategis Kompolnas dalam Mengawal Polri yang Profesional, Mandiri dan Modern’. Kita harapkan akan muncul ide-ide orisinal dari peserta tentang tugas dan fungsi Kompolnas kedepan untuk pengembangan Polri ke depan yang tugasnya makin berat dan komplek, ungkap Imam Sudjarwo di sela-sela seleksi tahap II Calon Anggota Kompolnas di Ballroom Hotel Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (10/2).
Seleksi tahap II ini diikuti 80 peserta yang lulus seleksi administrasi. Hadir dalam tes tertulis, sejumlah anggota pansel di antaranya Komjen Dwi Priyatno, Irjen (purn) Syahrur Mamma, Ansyaad Mbai, Yenti Ginarsih, Sarlito Wirawan, dan Neta S Pane. Peserta diberi waktu tiga jam untuk menyelesaikan esai menggunakan kertas ukuran folio sebanyak 10 lembar.
Imam Sudjarwo menambahkan tes tertulis baru diadakan pada proses rekrutmen sekarang. Pada era sebelumnya, peserta hanya diwajibkan mengumpulkan makalah. Alasan diadakannya tes tertulis, menurut Imam, agar pasel bisa mendapatkan anggota Kompolnas yang berkualitas.
Peserta yang mengikuti tes ini diharapkan sudah belajar dan punya konsep agar Polri bisa dicintai masyarakat. Mereka harus sudah siap bertarung. Jangan sampai mereka tidak tahu apa tugas pokok mereka, ujar Imam.
Menurut Imam, setiap calon anggota harus tahu betul tugas pokok Kompolnas, salah satunya memberikan saran dan pertimbangan kepada Presiden dalam upaya mewujudkan Polri yang professional dan mandiri, serta menerima saran dan keluhan masyarakat mengenai kinerja kepolisian . . Mereka juga harus paham secara mendetail tentang institusi Polri.
Beberapa kriteria untuk menjadi anggota Kompolnas, kata Imam, diantaranya memiliki integritas dan moralitas yang tinggi, memiliki kapabilitas serta memahami tugas pokok fungsi dan peranan dari Kepolisian Republik Indonesia.
Gardi Gazarin, salah satu peserta tes Calon Kompolnas menyambut baik tes tertulis yang mewajibkan peserta menulis esai mengunakan tulisan tangan. Hal ini menunjukkan bahwa pansel fair dan transparan.
Menulis langsung tanpa dibantu komputer, laptop atau leiteratur, merupakan terobosan baru bagi rekrutmen anggota Kompolnas . Nantinya Kompolnas akan lebih independen, paham tentang tugas-tugasnya, dan ikut mewujudkan Grand Strategi Polri, kata Gardi, wartawan Suara Pembaruan juga Ketua Forum Wartawan Polri (FWP). o end