Selasa, 17 Mei 2016 11:30:05

Cagub DKI Sambut Asosiasi Wartawan Korsel

Cagub DKI Sambut Asosiasi Wartawan Korsel

Beritabatavia.com - Berita tentang Cagub DKI Sambut Asosiasi Wartawan Korsel

Kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Asosiasi Wartawan Korea Selatan (JAK) yang sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir, ...

Cagub DKI Sambut Asosiasi Wartawan Korsel Ist.
Beritabatavia.com - Kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan Asosiasi Wartawan Korea Selatan (JAK) yang sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir, diharapkan dapat membantu promosi Indonesia di negeri Ginseng, Korea Selatan (Korsel).

Demikian disampaikan Ketua Bidang luar negeri PWI, yang juga Cagub DKI pada Pilkada 2017 mendatang, Teguh Santosa,terkait kedatangan JAK yang direncanakan akan mendarat di Bandara Soetta dengan menggunakan Korean Air, pada Selasa (17/5).

Teguh Santosa yang akrab disapa Bang Teguh, mengatakan, program saling mengunjungi PWI dengan JAK sudah berjalan sejak tiga tahun terkahir. Diharapkan program persahabatan ini dapat membantu promosi Indonesia di negeri ginseng, dan sebaliknya.

Dalam banyak hal, terutama berkaitan dengan proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, Indonesia sering dibandingkan dengan Korea Selatan. Ini kesempatan baik bagi komunitas pers kedua negara untuk saling memahami, bukan hanya isu dipermukaan, tetapi juga hal-hal lain yang seringkali luput dari pemberitaan, ujar Bang Teguh, Selasa (17/5).

Dia menjelaskan, delegasi JAK yang berjumlah 10 wartawan itu dipimpin Presiden JAK Jung Kyu Sung.Selain Jakarta, delegasi JAK juga dijadwalkan berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan.

Hubungan PWI dengan JAK sangat bagus. Kami yakin program ini bisa membantu promosi Indonesia di Korea Selatan. Selain program ini, pada peringatan Hari Pers Nasional(HPN) 2016 lalu di Lombok, pimpinan JAK juga hadir, kata Bang Teguh yang terpilih sebagai Ketua Panitia HPN 2016 ini.

Bang Teguh mengatakan, dalam buku Negara dan Pembangunan yang terbit awal 1990 an lalu, Prof. Arief Budiman membandingkan Indonesia dan Korea Selatan sebagai dua Negara Asia yang mengawali proses pembangunan pada kurun yang sama. Selain itu, aktor utama, teori dan metode pembangunan yang dipilih kedua negara juga relatif sama.

Tetapi pada perkembangannya, hasil pembangunan kedua negara berbeda. Korsel disebut Prof. Arief Budiman menjadi negara otoriter biroktatik yang pro pembangunan,sementara Indonesia menjadi negara otoriter birokratik yang pro rente, kata dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah ini lagi.

Di akhir 1990an, Indonesia dan Korea Selatan sama-sama menghadapi krisis financial yang dalam waktu singkat berubah menjadi krisis ekonomi. Keduanya pun sama-sama berhasil melewati kemelut itu. Namun recovery Korea Selatan jauh lebih baik dibandingkan Indonesia.

Hingga kini Korea Selatan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia yang patut diperhitungkan. Kita perlu mempelajari pembangunan Korea Selatan. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama anggota G-20. Tetapi kekuatan ekonomi mereka masih di atas
kita, sementara ukuran wilayah kita dan jumlah penduduk kita serta deposit kekayaan alam kita jauh lebih besar dari mereka, urai bakal calon gubernur DKI Jakarta ini lagi.

Terkait dengan kunjungan delegasi JAK kali ini, Teguh mengatakan, pihaknya akan mempertemukan delegasi JAK dengan berbagai stakeholder pembangunan di Indonesia,baik kalangan pemerintah,  intelektual, pengusaha dan tentu saja pers.

Delegasi JAK dijadwalkan bertemu dengan Menkominfo Rudiantara dan berkunjung ke LKBN Antara pada hari Rabu (18/5). Setelah itu delegasi JAK akan berkunjung ke Taman Safari Indonesia dan Kebun Raya di Bogor pada hari Kamis (19/5).

Pada hari Jumat (20/5), delegasi JAK akan berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan. Di kota itu, delegasi JAK akan menghadiri Malam Budaya Manusia Bintang Sriwijaya Memukau Dunia, dan bertemu dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.
 
Di Palembang delegasi JAK akan mengunjungi kompleks olahraga Jakabaring, juga lokasi Sekolah Jurnalis ASEAN. Tempat-tempat wisata lain yang akan  mereka kunjungi
seperti Benteng Kuto Besak, Prasasti Kedukan Bukit, dan mencoba pembuatan kain songket di Tanggo Buntung, ujar Bang Teguh.O son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 13 Februari 2017
Sabtu, 11 Februari 2017
Jumat, 10 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 08 Februari 2017
Selasa, 07 Februari 2017
Minggu, 05 Februari 2017
Kamis, 26 Januari 2017
Senin, 23 Januari 2017
Jumat, 20 Januari 2017
Rabu, 18 Januari 2017