Beritabatavia.com -
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya masih menyelidiki curhatan gembong narkoba Freddy Budiman soal aliran dana ke sejumlah instansi, termasuk Polri. Hingga kini Polri melalui Tim Investigasi yang dibentuk masih mendalami curhatan Freddy yang menyebut tiga oknum Polri yang menerima uang.
Itu memang sedang diselidiki oleh tim investigasi, kita sedang menunggu tim independen yang dipimpin Irwasum dan tim eksternal yang ada tiga yakni Effendy Ghozali, Hendardi, dan ibu Poengki Indarti dari Kompolmas, katanya di Surabaya, Jumat (2/9/2016).
Menurut dia, sasaran (tembakan) tim adalah apakah memang ada pejabat Polri yang diduga menerima Rp90 miliar atau bagaimana sebenarnya. Kalau ada ya diproses, tapi kalau nggak ada ya diumumkan, tapi pihak yang mengumumkan adalah tim independen itu, nanti mereka akan memberi rekomendasi ke Kapolri, jadi masih ada waktu, katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan rekaman CCTV terkait Freddy Budiman yang diperoleh BNN hanya memperlihatkan keseharian petugas LP Nusakambangan dan kunjungan para pembesuk.
Jenderal bintang tiga itu pun memastikan tidak ada aparat BNN yang tampak dalam rekaman tersebut. Dari rekaman itu tidak menunjukkan orang yang ada kaitan dengan apa yang diinformasikan selama ini. Yang dituduh kan orang BNN, tapi tidak ada, kata Budi di Gedung BNN, Rabu.
Namun, upaya yang dilakukan BNN dinyatakan Budi tidak hanya bergantung dengan rekaman CCTV. Tim Independen juga menindaklanjuti nama-nama yang disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar, orang yang menyebarluaskan pengakuan Freddy.
Kerja sama dengan Pak Haris sendiri masih terus berlanjut karena kami serius menangani itu untuk mendapat kebenaran. Kalau ada oknum, apa buktinya. Siapa saja saksinya, bentuk suapnya apa? Supaya jangan katanya, katanya saja, kata Budi. o ino