Beritabatavia.com -
Pasca pencopotan Direktur reserse Narkoba Polda Bali,Kombes Franky H Parapat,yang diduga terlibat kasus suap dan pemerasan, memicu kemarahan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kegeramannya diungkapkan Tito, usai serah terima jabatan sejumlah Kapolda, di Mabes Polri, Jumat (23/9) lalu. Dengan mimik wajah kesal, Jenderal Tito mengancam akan mencopot Direktur Reserse Narkoba yang tidak becus bekerja, apalagi terbukti main-main dengan Bandar narkoba.
Masih banyak Kombes yang nganggur untuk mengganti Direktur Narkoba yang tidak becus, kata Jenderal Tito Karnavian.
Tidak hanya itu, Kapolri juga memerintahkan seluruh Kapolda agar mengawasi dan menilai para Kasat narkoba di Polres-Polres.
Kalau tidak ada prestasi, singkirkan, pinggirin,tegas lulusan terbaik AKPOL 1987 itu.
Menurut Kapolri, masih banyak perwira menengah berpangkat Kombes dan AKBP di Mabes Polri yang tidak memiliki pekerjaan bisa ditempatkan sebagai Direktur Narkoba.
Kita ada banyak kombes nganggur yang bersedia. Kita kasih kesempatan mereka, kata Kapolri mengulangi.
Tetapi, Jenderal Tito juga tidak menutup kesempatan akan memberikan reward (penghargaan) bagi perwira-perwira yang berprestasi. Para Kasat yang berprestasi akan diberikan kesempatan untuk bersekolah kembali agar dapat meniti karir lebih tinggi.
Kasat narkoba yang berprestasi akan diberi kesempatan, mungkin sekolah, jadi kapolres, dan lain-lain, ujar Jenderal Tito Karnavian.
Jenderal Tito mengungkapkan, perang terhadap narkoba dilakukan secara menyeluruh, mulai dari Mabes Polri hingga Kepolisian Sektor harus turun tangan.
Oleh karena itu, kata Tito, dirinya tidak segan untuk mengganti para pimpinan Direktorat Narkoba yang tidak berprestasi dan melawan perintahnya.
Kalau tidak ada prestasi sampai bulan depan, 100 hari tidak ada juga pretasi saya ganti. Kalau ada yang melawan, dan tidak perform, akan saya ganti, saya akan ganti, tegas Kapolri Jenderal Tito Karnavian.O son