Beritabatavia.com -
KAPOLRI Jenderal Polisi Tito Karnavian mengapresiasi anggota Polda Metro Jaya dan jajarannya atas keberhasilan dalam mengungkap kasus perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur yang menewaskan 6 orang pada 26 Desember 2016 lalu. Atas hal itu, Kapolri pun memberikan penghargaan kepada 87 anggota polisi yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.
Pemberian penghargaan ini diupacarakan secara khusus di depan Gedung Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (18/1/2017) pagi ini. Kapolri hadir sebagai inspektur upacara dalam apel pemberian penghargaan ini. Kenapa saya beri apresiasi karena saya anggap ini prestasi yang luar biasa karena mengungkap suatu kasus besar dan jadi trending topik nasional. Jika diungkap beberapa hari kemudian mungkin jadi nggak bagus, Ujar Tito.
Anggota yang mendapat penghargaan tersebut dirasa mampu mewujudkan slogan dirinya, yakni PROMOTER (Profesional, Modern, Terpercaya). Mereka mampu bekerja secara profesional dengan waktu yang sangat cepat serta mampu membangun rasa percaya masyarakat terhadap Kepolisian. Semua diselesaikan saat dalam tekanan yang luar biasa baik dari media massa ataupun masyarakat.
Saya bisa rasakan tekanan psikologis yang dialami Bapak Kapolda, Direktur Reserse kemudian anggota-anggota yang diberikan perintah bapak Kapolda, kita bersyukur kepada Allah bahwa kasus ini dapat diselesaikan dalam waktu kurang satu hari kata Tito.
Kapolri juga mengatakan, Polda Metro Jaya merupakan barometer Kepolisian, yang mewakili 430 ribu anggota Polri secara keseluruhan. Karena apa yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya selalu menjadi sorotan media. Kalau kalaian berbuat dan berprestasi baik, maka citra Mabes Polri akan baik juga. Tapi, kalau kalian buruk, Polri akan buruk, tegasnya.
Selain memberikan reward untuk 87 anggotanya tersebut, dia juga akan memberikan perlakuan spesial lainnya seperti promosi jabatan, kenaikan pangkat, dan pendidikan. Kalau masih Bintara, bisa sekolah Perwira. Kalau, perwira rendah bisa naik ke pamen, itu menjadi perhatian Kapolda Metro Jaya. Kalau yang AKBP keatas, biar urusan saya dan jajaran, papar Tito yang diikuti tepuk tangan anggotanya.
Penghargaan ini juga sebagai motivasi anggota Polri lain seluruh Indonesia agar bisa berkompetisi untuk bekerja lebih baik dan profesional. Dengan secara tulus mengabdi kepada masyarakat agar timbul kepercayaan publik dan masyarakat lebih nyaman.
Peristiwa perampokan yang terjadi di rumah Ir Dodi Triono, Jl Pulomas Utara, Pulomas, Jakarta Timur pada 26 Desember 2017 lalu, begitu menyorot perhatian publik. Bagaimana tidak, 11 orang penghuni rumah tersebut disekap di dalam toilet sempit yang berukuran sekitar 2x1 meter.
Enam orang tewas dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Dodi, Diona Andra Putri (putri pertama Dodi dari mantan istri kedua), Dianita Gemma Dzalfayla (putri ketiga Dodi dari mantan istri kedua), Amalia Calista (teman Gemma), serta dua sopir Dodi bernama Yanto dan Tarso. Juga 5 korban lainnya selamat. Mereka adalah Anet (putri kedua Dodi dari mantan istri kedua) dan empat pembantu, yakni Santi, Fitriyani, Emi, dan Windi. Para korban selamat ditemukan dalam kondisi lemas karena kekurangan oksigen, keesokan harinya pada Selasa (27/12/2016) pagi.
Sementara 4 orang pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Timur dan Polres Depok dalam tempo singkat. Keempat pelaku adalah Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Alfins Sinaga dan Ridwan Sitorus alias Ius Pane.
Ramlan dan Erwin berhasil disergap di rumah kontrakan di kawasan Bekasi, dua hari setelah para korban ditemukan. Keduanya ditembak karena melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap. Erwin mengalami luka tembak di kedua kakinya. Sementara Ramlan tewas akibat kehabisan darah sewaktu dilarikan ke rumah sakit. o eee