Beritabatavia.com -
Korban bom Kampung Melayu, Bripda Yogi, terancam buta. Meski demikian berbagai cara ditempuh agar kembali normal, dengan mengirim korban untuk menjalani pengobatan di Singapura.
Hal itu disampaikan Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly, usai mengunjungi korban ledakan bom Kampung Melayu di RS Premier, Minggu (28/5/2017). Saya lihat kondisinya mengenaskan. Sekujur tubuh banyak serpihan bekas bom, ujarnya.
Menurutnya, kondisi mata kiri Yogi termasuk parah. Kalau tak mendapat perawatan baik, kemungkinan mata kirinya itu jadi buta, katanya.
Ia mengaku akan berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memberangkatkan Yogi ke Singapura agar mendapat perawatan khusus mata. Ada keinginan keluarga untuk dibawa ke Singapura, saya akan komunikasikan dengan Pak Kapolri, katanya.
Dua ledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu terjadi pada Rabu (24/5/2017). Lima orang tewas, termasuk tiga polisi. Dua lainnya adalah pelaku bom bunuh diri.
Selain Bripda Yogi, Empat korban bom masih dirawat di RS Polri Kramatjati. Sebelumnya mereka juga dirawat di RS Premier. o pko