Minggu, 01 Oktober 2017 11:30:25

Ribuan Pucuk Senjata di Bandara Soetta Milik Polri

Ribuan Pucuk Senjata di Bandara Soetta Milik Polri

Beritabatavia.com - Berita tentang Ribuan Pucuk Senjata di Bandara Soetta Milik Polri

Publik menilai, pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ada institusi Negara non militer akan membeli 5000 pucuk senjata benar adanya. ...

Ribuan Pucuk Senjata di Bandara Soetta Milik Polri Ist.
Beritabatavia.com - Publik menilai, pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ada institusi Negara non militer akan membeli 5000 pucuk senjata benar adanya. Sekaligus bukti masih ada aparat yang menyampaikan kebohongan pada masyarakat. Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, terungkap setelah  Jumat 29 September 2017 dini hari pukul 23.30 WIB beredar kabar menghebohkan dari Bandara Soekarna Hatta. Kabar berantai melalui media sosial WA menyebutkan enam point penting :

1. Pada hari Jumat, 29 September 2017 pukul 23.35 WIB telah mendarat pesawat AN 12 dari Ukraina.

2. Rincian muatan adalah sbb :
- Grenade Launcher SAGL 40.46 mm 280 pc
- Jump Grenade RLV HEFJ 40.46 mm 5.932 pc
- Barang dikemas dalam 71 peti kayu

3. Adapun urutan kegiatan antara lain:
- 23.35 Landing Soetta
- 23.45 Unloading barang mulai
- 01.25 Unloading barang selesai, barang digeser ke Kargo Unex.
4. Adapun tim pengaman yang memantau kegiatan tersebut antara lain:
- Perwakilan dari Brimob
- Satgas BAIS kamar 14
- Tim Protokol Kepolisian Bandara Soetta
- Tim Protokol TNI AD Bandara Soetta
- Tim Protokol TNI AU Bandara Soetta

5. Hingga saat ini barang masih di dalam gudang cargo unex, menunggu rekomendasi dari .

6. Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar, perkembangan informasi dilaporkan pada kesempatan pertama.

Disusul pengakuan Polri yang menggelar konfrensi pers pada Sabtu 30 September 2017 sekitar pukul 19.00 WIB. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengakui, bahwa  senjata yang ada di Bandara Soetta itu adalah milik Polri yang pengadaannya sudah melalui proses anggaran yang sah. Namun, perijinannya masih diurus kepada TNI.

Barang yang ada dalam Bandara Soetta itu adalah betul milik Polri dan barang yang sah, ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (30/9).

Irjen Setyo, mengaku, pengadaan senjata jenis Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kaliber 40×46 mm sebanyak 280 pucuk dan 6.000 butir peluru sudah melalui prosedur yang sah. Ia juga mengakui masuknya senjata itu membutukan ijin dari TNI.

Semua sudah sesuai prosedur, mulai dari perencanaan, proses lelang dan kemudian proses berikutnya sampai kemudian di-review pengadaan dan pembeliannya oleh pihak ke-4 dan proses masuk ke Indonesia, jelasnya.

Padahal, sebelumnya Polri mengakui hanya akan membeli pistol jenis MAG 4 sebanyak 5.000 pucuk dari Pindad untuk digunakan Polantas dan Shabara. Sekaligus menepis informasi yang beredar Polri akan mengimpor 20.000 pucuk senjata dari luar negeri.  Namun, Rabu 27 September 2017  saat ditanya wartawan terkait 15.000 senjata lainnya, Irjen Setyo tidak bisa memastikan dari Negara mana senjata itu akan di impor .
 
Tetapi, dalam penjelasan yang disampaikan Sabtu 30 September 2017, beberapa saat setelah kabar pesawat AN 12 dari Ukrania yang membawa senjata itu beredar luas. Polri  kembali mengklarifikasi bahwa senjata-senjata itu diperuntukan untuk Korps Brimob Polri.

Dalam pesan berantai dituliskan, bahwa pesawat charter model Antonov AN-12 TB dengan maskapai Ukraine Air Alliance UKL 4024 membawa senjata api dan amunisi yang di impor oleh PT Mustika Duta Mas dengan data pengirim: Arsenal JSCO 100 Rozova Dolina STR, 6100 Kazanlak Bulgaria, serta alamat  penerima Bendahara Pengeluaran Korps Brimob Polri, Kesatriaan Amji Antak Kelapa Dua Cimanggis, Indonesia.

Sementara  Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Neta Pane, meminta Polri menjelaskan apakah senjata dan amunisi yang dipasok PT MDM adalah bagian dari rencana Polri untuk membeli 20.000 pucuk senjata api. Sebab,  berdasarkan penelusuran IPW kedua jenis senjata yang tertahan di cargo Bandara Soetta merupakan jenis senjata standar milik militer.

Merujuk pada Permenhan RI No 7 Tahun 2010 menyebutkan bahwa ada dua jenis senjata api. Yakni senjata api standar militer dan senjata api non standar militer. Senjata Api Standar Militer adalah senjata api yang digunakan oleh TNI untuk membunuh dalam rangka tugas pertahanan negara dengan kaliber laras mulai dari 5,56 mm ke atas dengan sistem kerja semi otomatis atau full otomatis, termasuk yang telah dimodifikasi.

Sementara Senjata Api Non Standar Militer adalah senjata api yang digunakan oleh Polisi untuk melumpuhkan dalam rangka tugas penegakan hukum dan kamtibmas, kepentingan olahraga, menembak dan berburu serta koleksi dengan kaliber laras di bawah 5,56 mm dengan sistem kerja non otomatis, termasuk yang telah dimodifikasi. O son


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 21 Maret 2020
Jumat, 20 Maret 2020
Kamis, 19 Maret 2020
Sabtu, 14 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Kamis, 05 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Minggu, 16 Februari 2020
Selasa, 11 Februari 2020
Sabtu, 08 Februari 2020
Selasa, 04 Februari 2020