Beritabatavia.com -
DALAM sejarah baru pertama kejadian, seorang gadis yang mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian Semarang meninggal dunia. Dea Rahma Amanda (17), nama gadus itu adalah Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) angkatan 2017. Dia meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan Dasar Mental Disiplin Praja (Diksarmendispra), Minggu (01/10/2017).
Kegiatan Diksarmendispra dilaksanakan di Kompleks Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Jenazah Dea dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk diautopsi.
Gubernur IPDN Ermaya Suradinata mengatakan Dea merupakan calon praja yang berasal dari daerah pengiriman Provinsi Lampung. Dari laporan yang dihimpun, korban meninggal saat melaksanakan lari pagi di Lapangan Resimen Akpol. Pengakuan teman-temannya, yang bersangkutan sempat mengalami sesak nafas saat lari pagi, katanya di Semarang, Senin (02/10/2019).
Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya Dea karena masih harus menunggu izin keluarga untuk pelaksanaan autopsi secara keseluruhan. Ermaya mengatakan setiap calon praja sudah melalui pemeriksaan kesehatan saat mendaftar. Dilakukan dua kali, di tingkat daerah dan pusat, katanya.
Gubernur Akpol, Irjen Rycko Amelza Dahniel, mengatakan, hingga saat ini petugas masih mencari tahu penyebab pasti tewasnya calon Praja Intitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Dea Rachma Amanda di Akademi Polisi, Semarang pada Minggu (1/10/2017).
Pihak Akpol, lanjut Rycko, masih menunggu penyebab pasti keterangan medis kematian Dea. Petunjuk sementara yang dipegang yaitu pengakuan Dea kepada rekannya soal sesak napas yang dialaminya sebelum latihan dimulai.
Selain itu tekanan darah ketika penerimaan IPDN juga cukup tinggi yaitu 130/80. Selama mengikuti kegiatan di Akpol tidak ada catatan pernah berobat, tidak mengeluh sakit. Bahkan berat badan bertambah, sehat, ujar Rycko
Menurut Rycko , seluruh calon praja yang akan mengikuti pendidikan dasar di akademi ini juga diperiksa kesehatannya. Dari hasil pemeriksaan, almarhumah dalam kondisi baik, memang ada petunjuk almarhum memiliki riwayat asma dan tensi (darah) tinggi," katanya.
o bbs