Selasa, 25 September 2018 17:36:28

Jakmania: Tak Ada Polisi Saat Pengeroyokan Haringga

Jakmania: Tak Ada Polisi Saat Pengeroyokan Haringga

Beritabatavia.com - Berita tentang Jakmania: Tak Ada Polisi Saat Pengeroyokan Haringga

Sekretaris Umum the Jakmania Diky Soemarno mempertanyakan mengapa tak ada polisi di lokasi pengeroyokan suporter Persija Jakarta Haringga Sirla. ...

 Jakmania: Tak Ada Polisi Saat Pengeroyokan Haringga Ist.
Beritabatavia.com -
Sekretaris Umum the Jakmania Diky Soemarno mempertanyakan mengapa tak ada polisi di lokasi pengeroyokan suporter Persija Jakarta Haringga Sirla. Akibat pengeroyokan itu, Haringga Sirla tewas mengenaskan.

Menurut informasi yang diperoleh Diky, ada 4.600 personel polisi yang dikerahkan untuk mengawal jalannya pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung pada Ahad, 23 September 2018. Sayangnya, saat insiden pengeroyokan terhadap Haringga Sirla, tak ada satu pun polisi di lokasi kejadian. Ini jelas jadi pertanyaan. Makanya kami minta pengusutan kasus ini, ujar Diky Selasa (25/09/2018).

Suporter The Jak atau Jakmania, Haringga Sirla (23), menjadi korban pengeroyokan di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Bandung, Minggu 23 September 2018. Insiden itu terjadi sebelum laga Persib versus Persija digelar dalam lanjutan kompetisi Liga 1.

Aksi pengeroyokan terhadap Haringga itu terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar satu menit. Dalam video itu, ratusan orang beratribut biru terlihat berkerumun di sekitar Haringga, beberapa dari mereka memukul pria malang asal Cengkareng, Jakarta Barat itu dengan berbagai benda.

Selama aksi brutal itu terjadi, tak ada personel polisi yang terekam di lokasi tersebut. Haringga akhirnya tewas akibat pengeroyokan oleh oknum Bobotoh, sebutan untuk pendukung Persib Bandung.

Diky mengatakan memang ada imbauan dari Polda Jawa Barat kepada The Jakmania untuk tak datang menonton pertandingan di GBLA itu. Namun, Haringga saat itu tetap datang tanpa mengenakan atribut The Jakmania apapun. Imbauan itu ada di setiap pertandingan Persib vs Persija, ujar dia.

Saat ini, polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus pengeroyokan suporter Persija itu. Mereka adalah SMR (17 tahun), DFA (16), Goni Abdulrahman, (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Budiman (41), dan Dani (20).

Ditempat terpisah, Presiden Jokowi mencatat dalam delapan bulan terakhir sudah ada 16 suporter sepak bola Indonesia yang meninggal karena kasus yang nyaris serupa. Menurut Kepala Negara, jumlah 16 tewas itu angka yang sangat banyak.

Ya, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya suporter, 16 itu jumlah yang sangat banyak. Jangan sampai fanatisme yang berlebihan jadi kebablasan sehingga terjadi kriminalitas. Harus segera disetop, karena olahraga itu menjunjung sportivitas, kata Jokowi setelah acara Peresmian Pembukaan Pekan Purnabakti Indonesia (PPI) 2018 di Jakarta, Selasa (25/09/2018).

Jokowi menekankan fanatisme sempit bukan cerminan sportivitas dalam olahraga. Untuk mencegah kasus kematian suporter, Jokowi meminta seluruh pihak terkait, termasuk Kemenpora, PSSI, dan kelompok-kelompok suporter untuk duduk bersama mengatasi kejadian tersebut.

Hal itu amat penting agar kejadian serupa tak terulang kembali di kemudian hari. Saya minta juga Kemenpora, PSSI, dan kelompok suporter duduk bersama, mengatasi agar kejadian ini tidak terulang lagi. Ini sudah bolak balik, kata Jokowi.

Dilanjutkan, jika ada sanksi lebih baik. Tapi sanksi pun juga tidak menjamin. Yang paling penting duduk bersama, menpora, PSSI, kelompok-kelompok suporter, terutama yang fanatik-fanatik, duduk bersama. Ada apa. Itu yang diselesaikan, kata Jokowi

Jokowi juga menyebut komitmen bersama untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan tersebut harus segera direalisasikan karena persoalan pengeroyokan hingga tawuran antar suporter sepak bola berkali-kali terjadi.

Tak hanya itu, dia menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Haringga dan berharap agar kejadian semacam ini tidak terjadi di kemudian hari. Jangan sampai fanatisme yang berlebihan jadi kebablasan sehingga terjadi kriminalitas. Harus segera disetop, karena olahraga itu menjunjung sportivitas, ujarnya. 0 BAIM

 
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 28 Maret 2020
Sabtu, 21 Maret 2020
Jumat, 20 Maret 2020
Kamis, 19 Maret 2020
Sabtu, 14 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Kamis, 05 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Minggu, 16 Februari 2020
Selasa, 11 Februari 2020
Sabtu, 08 Februari 2020