Rabu, 21 November 2018 17:59:08

Sakit Hati, Pecatan Polisi Serang Polisi

Sakit Hati, Pecatan Polisi Serang Polisi

Beritabatavia.com - Berita tentang Sakit Hati, Pecatan Polisi Serang Polisi

Pelaku penyerangan polisi lalu lintas di Wisata Bahari Lamongan, Eko Ristanto, merupakan pecatan polisi yang sakit hati dan terpapar radikalisme. ...

 Sakit Hati, Pecatan Polisi Serang Polisi Ist.
Beritabatavia.com - Pelaku penyerangan polisi lalu lintas di Wisata Bahari Lamongan, Eko Ristanto, merupakan pecatan polisi yang sakit hati dan terpapar radikalisme. Pada Selasa 20 November 2018, Eko menyerang pos polisi di Wisata Bahari Lamongan menggunakan ketapel. Tembakan ketapel dengan peluru kelereng itu melukai polisi bernama Bripka Andreas Dwi Anggoro. Sejumlah kaca di pos polisi tersebut pun pecah.

Motifnya sementara sakit hati karena yang bersangkutan dulu anggota polisi dipecat, menjalani masa hukuman yang cukup panjang, kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Eko dipecat pada 2011 karena menembak guru mengaji bernama Riyadhus Sholihin hingga tewas. Sholihin ditembak Eko usai menyerempet seorang polisi bernama Briptu Widiarto di depan Gedung Olahraga Delta Sidoarjo pada 28 Oktober 2011 sekitar pukul 02.30.

Sholihin sempat melarikan diri karena ketakutan dikejar oleh lima anggota polisi hingga di Desa Sepande. Mobil Sholihin  menabrak pagar rumah warga. Sholihin yang juga penjual tempe akhirnya ditembak. Eko, yang kala itu berpangkat brigadir satu, diproses hukum dan dipecat.

Menurut Dedi, selama menjalani masa hukuman, Eko diduga terpapar radikalisme. Sebab, ditemukan sejumlah buku yang mengarah pada paham radikal saat rumahnya di Lingkungan Geneng, Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan digeledah.

Jadi ada dua sisi, sisi yang pertama karena dia merasa sakit hati. Kedua ada pemahaman-pemahaman radikal yang mengakibatkan dia tambah melampiaskan rasa sakit hatinya, salah satunya kepada petugas kepolisian, ujar Dedi.

Dedi berujar polisi masih mendalami pihak lain yang terkait dengan Eko. Menurut Dedi, tidak menutup kemungkinan ada keterkaitan Eko dengan kelompok-kelompok radikal yang dipantau Polri. Eko juga telah diserahkan ke Densus 88 Antiteror Polri.

Sementara Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan mengatakan dua orang yang ditangkap dalam peristiwa penyerangan polisi itu diduga terkait kelompok radikal. Kedua orang yang ditangkap itu berinisial MSA dan ER. ER merupakan pecatan dari anggota Polri pada tahun 2004.

Tadi pagi Wakapolda turun ke TKP (tempat kejadian perkara) dan berkoordinasi dengan Satgas Densus 88. Sore ini kasus akan diambil alih Densus 88, sebab disinyalir pelaku ini berkaitan dengan dugaan kelompok radikal, kata Kapolda Luki.

Dijelaskan, Densus 88 telah melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan mendapati adanya buku-buku yang berhubungan dengan kelompok-kelompok radikal. Sudah ada titik terang jaringannya. Kami akan terus melakukan penyelidikan kasus ini. Nantinya akan kami laporkan perkembangan berikutnya, ujarnya pula.

Alumnus Akpol 1987 ini menambahkan, pihaknya terus mendalami tergabung pada kelompok mana pelaku tersebut, sebab pelaku yang merupakan mantan anggota Polres Sidoarjo selama di lembaga pemasyarakatan (lapas) berkoordinasi dengan beberapa kelompok. Pelaku ini waktu itu terseret kasus pembunuhan guru ngaji. Sedangkan satu pelaku lagi (MSA, Red) merupakan warga sipil dan juga residivis, ujarnya pula.

Polisi telah mengamankan barang bukti penyerangan polisi itu yakni ketapel dan kelereng dan akan mendalami motif yang dilakukan para pelaku, apakah berkaitan dengan sakit hati atau yang lain. Luki mengatakan kondisi Bripka AA terus membaik meski masih belum sadar pascaoperasi di bagian mata. Luki meminta pengawasan khusus dari tim dokter terhadap korban. 0 DAY


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Jumat, 10 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Senin, 06 Januari 2020
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Jumat, 27 Desember 2019
Kamis, 26 Desember 2019
Sabtu, 21 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Jumat, 06 Desember 2019