Senin, 21 Januari 2019

Erick Thohir Mencuat Jadi Ketum PSSI

Erick Thohir Mencuat Jadi Ketum PSSI

Beritabatavia.com - Berita tentang Erick Thohir Mencuat Jadi Ketum PSSI


Edy Rahmayadi sudah mundur dari posisi Ketua Umum PSSI dalam Kongres tahunan PSSI di Bali, Ahad, 20 Januari 2019. Kini mencuat nama Erick Thohir, ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Edy Rahmayadi sudah mundur dari posisi Ketua Umum PSSI dalam Kongres tahunan PSSI di Bali, Ahad, 20 Januari 2019. Kini mencuat nama Erick Thohir, yang sejak lama mengemuka sebagai salah satu calon yang dianggap layak memimpin organisasi sepak bola tanah air ini.

Setelah Edy Rahmayadi mundur, posisi Ketua Umum dijabat Joko Driyono, yang sebelumnya menjabat wakil ketua. Ia akan memegang posisi itu hingga masa kepengurusan saat ini berakhir pada 2020. Namun, Joko bisa diganti bila anggota PSSI menghendakinya, lewat Kongres Luar Biasa.

Untuk itu harus ada 2/3 pemilik suara yang meminta pelaksanaan KLB itu. Bila, permintaan itu ada, PSSI harus membentuk panitia KLB dalam dua bulan dan KLB baru dapat diselenggarakan dalam empat sampai enam bulan.

Nama Erick Thohir sendiri sudah muncul jauh sebelum pengunduran diri Edy. Ia dianggap berpengalaman di bidang olahraga karena banyak memimpin organisasi besar di bidang itu, termasuk Komite Olimpiade Indonesia, juga pernah memiliki klub Liga Italia Inter Milan. Ia juga dinilai sukses menjadi Ketua Panitia Asian Games 2018 (Inasgoc).

Nama Erick Thohir bahkan sudah dikampanyekan dalam situs petisi Change.org dengan judul "Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI". Dibuat oleh Wira Adikusuma, asal Denpasar, sejak 3 September 2018, petisi itu sudah didukung 1.372 orang hingga Senin siang. Dalam petisi itu, Erick diklaim sebagai tokoh yang memahami bola, berpengalaman, profesional, bersih, kredibel dan netral.

Sementara itu, hingga akhir Kongres PSSI, Ahad kemarin, tak ada permintaan KLB dari peserta kongres. Namun, Joko Driyono menyatakan peluang untuk KLB belum tertutup. "Jika memang para pemilik suara atau voters meminta KLB maka itu harus diadakan sesuai Statuta PSSI," ujar Joko usai kongres tahunan PSSI tahun 2019 di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu.

Berdasarkan pasal 30 Statuta PSSI, KLB bisa digelar jika 50 persen atau 2/3 delegasi membuat permohonan tertulis untuk itu. KLB akan diadakan oleh komite eksekutif PSSI tiga bulan setelah permintaan resmi itu diterima. Seandainya tidak juga digelar, anggota dapat melangsungkan kongres sendiri atau bisa pula meminta bantuan FIFA.

Sementara Gabungan kelompok suporter pendukung sepak bola yang melakukan unjuk rasa di luar wilayah kongres tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta PSSI untuk mengganti orang-orang yang sudah lama terlibat di organisasi.

"Kami memang tidak bisa menjamin orang-orang baru dapat membawa perubahan. Namun, orang-orang lama yang sudah bertahun-tahun berada di dalam jelas tidak menghasilkan sesuatu untuk perubahan sepak bola nasional," ujar koordinator suporter Andy Kristiantono, biasa disapa Andie Peci, di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu, 20 Januari 2019.

Menurutnya, tidak adanya perubahan di dalam PSSI terlihat dari berulangnya kasus pengaturan skor. Mundurnya Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi, yang diumumkan hari ini, Minggu, 20 Januari 2019, dinilai tidak menyelesaikan masalah. "Permasalahan sepak bola Indonesia sudah akut dan sistemik. Kami berharap para pemilik suara atau voters PSSI melihat persoalan ini secara objektif," kata Andie.

Karena dinilai sudah sistemik, suporter pun berharap adanya perubahan sistem di PSSI. PSSI diminta lebih efektif dalam bekerja dan transparan dalam berbagai keputusan yang diambilnya, termasuk soal sanksi-sanksi kepada klub.

"Seluruh elemen PSSI mesti bertugas maksimal. Sanksi untuk tim juga harus jelas, karena selama ini ketika menjatuhkan hukuman kepada klub tidak diterangkan melanggar pasal apa. Selain itu, idealnya suporter juga dilibatkan dalam kongres, mungkin menjadi peninjau atau observer," tutur dia. 0 RIO
Berita Lainnya
Selasa, 28 Mei 2019
Senin, 27 Mei 2019
Minggu, 26 Mei 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Rabu, 22 Mei 2019
Selasa, 21 Mei 2019
Senin, 20 Mei 2019
Minggu, 19 Mei 2019
Kamis, 16 Mei 2019
Rabu, 15 Mei 2019
Selasa, 14 Mei 2019