Jumat, 25 Januari 2019 10:32:30

Kapolsek Cilandak Tangkap Copet dengan Judo

Kapolsek Cilandak Tangkap Copet dengan Judo

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolsek Cilandak Tangkap Copet dengan Judo

Perhelatan Asian Games 2018 Agustus di Jakarta dan Palembang membawa kesibukan tersendiri bagi Kompol Kasto Subekti. Perwira Polri yang menjabat ...

  Kapolsek Cilandak Tangkap Copet dengan Judo Ist.
Beritabatavia.com -
Perhelatan Asian Games 2018 Agustus di Jakarta dan Palembang membawa kesibukan tersendiri bagi Kompol Kasto Subekti. Perwira Polri yang menjabat Kapolsak Cilandak ini ikut ambil bagian dalam kejuaraan pesta olahraga se-Asia.

Namun, bukan tampil sebagai atlet melainkan sebagai wasit. Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur 1964 ini diminta Internasional Judo Federation menjadi wasit pada pertandingan judo di Asian Games 2018.

Selama lebih sepekan penyandang sabuk hitma Dan 5 Judo dia menjadi wasit bagi atlet judo yang bertanding. Dia menjadi satu dari empat orang Indonesia menjadi wasit judo internasional dan satu-satunya berasal anggota Polri.

Kecintaannya pada olah belari asal Jepang ini pula yang mengantarkan Kompol Kasto, begitu dia disapa menerima penghargaan dan pin emas dari Kapolri pada 2016. Bangga dan senang, ucapnya.

Jauh sebelumnya Kasto sudah menekuni olahraga judo. Berbagai event dan kejuaraa judo dia lokoni. Mulai kejuaraan antarsekolah tingkat kecamatan, kota, provinsi Porda, PON hingga internasional seperti Sea Games, Asian Games dan kejurana dunia 1991 di Yugoslavia, kini menjadi negara Uzbekistan, dia ikuti. Sejumlah medali kejuaraan diraihnya. Dari sekian event dan kejuaran itu palang berkesan merebut emas pada Sea Games 1993, kenangnya.

Sepak terjangnya sebagai atlet dilalui hingga 1995, kemudian Kasto aktif melatih dan 2004 aktif sebagai wasit. Sejak 208 dia dinyatakan lulus menjadi wasit judo internasional. Meski demikian ia tidak pernah mengesampingkan tugas sebagai polisi. Ia pun tetap meminta izin pimpinan bila harus bertanding saat menjadi atlit atau bertugas sebagai wasit.

Di sela kesibukannya sebagai Kapolsek Cilandak, dia tetap menyempatkan diri mengajari beladiri kepada anggotanya. Minimal sebagai bekal anggota dalam pelaksanaan tugas, katanya.

Keahlian bela diri yang dimiliki Kasto, diakuinya membantu pelakasaan tugasnya sebagai prajurit Bhayangkari. Dia mengaku pernah membekuk pencopet saat dinasa di Balikpapan, Kalimantan Selatan. Itu sudah lama sekali. Saya pernah kelepasan pakai teknik judo saat tangkap copet. Pencopet itu, saya banting ke aspal. Untung tak meninggal, kenangnya.

Dia memilih menjadi insan Tribrata karena indentik dengan judo dalam melindungi dan mengayomi masyarakat dari berbagai kejahatan. Kasto juga salah satu anggota Bhayangkara yang menciptakan dan mengembangkan bela diri di kepolisian. Bela diri itu wajib diajarkan ke setiap anggota Polri tandasnya.

Tak heran dua puta purinya mengikuti jejaknya menjadi anggota Polri dan mahir dalam bela diri judo. Si sulung sudah menjadi bintara sedangkan bontot masih mengikuti pendidikan di Akpol. Judo bagi kedua anaknya sekedar hoby, ujar Kasto yang juga beristrikan Polwan.

Menurutnya, bila seseorang mempunyai kemahiran bela diri, maka akan membuatnya percaya diri. ‘Dia mampu mengontrol diri dalam menghadapi situasi apa pun. Kondisi seperti ini dibutuhkan bagi setiap anggota Polri yang dituntut harus mengambil keputusan tepat dan tegas, tapi mengedapankan humanis," tukasnya. 0 PKO


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 21 Maret 2020
Jumat, 20 Maret 2020
Kamis, 19 Maret 2020
Sabtu, 14 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Kamis, 05 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Minggu, 16 Februari 2020
Selasa, 11 Februari 2020
Sabtu, 08 Februari 2020
Selasa, 04 Februari 2020