Kamis, 02 Mei 2019

HT Polisi Robek Mata Anak Yatim di Purworejo

HT Polisi Robek Mata Anak Yatim di Purworejo

Beritabatavia.com - Berita tentang HT Polisi Robek Mata Anak Yatim di Purworejo

Layla Putri Ramadhani (16) siswi kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo, Jawa Tengah jadi korban tindak kekerasan  oknum Polres Purworejo,Selasa ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Layla Putri Ramadhani (16) siswi kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo, Jawa Tengah jadi korban tindak kekerasanĀ  oknum Polres Purworejo,Selasa 30 April lalu.

Layla mengalami cedera serius di mata sebelah kanannya bahkan terancam menderita buta parmanen. Peristiwa naas itu bermula ketika oknum polisi berpangkat Briptu bersama rekannya menggelar operasi lalu lintas di wilayah Lengkong,Banyuurip, Selasa 30 April 2019.

Berdasarkan informasi dilapangan, seorang anggota polisi berpangkat Briptu kesal dengan sikap pengendara motor yang membonceng Layla. Karena, berusaha menghindar saat petugas menghentikannya. Saat itulah, sang petugas berseragam itu marah dan melemparkan Handy Talky (HT) ke arah pengendara. Ternyata lemparan petugas meleset dan mengenai mata sebelah kanan Layla karena pas korban menengok kearah belakang.

Akibat peristiwa itu, bola mata sebelah kanan Layla robek. Luka yang dialaminya membuat Layla sempat muntah dan tak mampu menahan rasa sakit ditambah pendarahan matanya yang tak kunjung berhenti. Layla langsungĀ  dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tjitrowardoyo. Setelah diperiksa, ternyata Layla mengalami luka yang cukup berat. Bahkan RSUD Purworejo tidak sanggup menanganinya. Akhirnya Laya dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito di Jogjakarta untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Menurut sumber dari Humas RSUD Tjitrowardoyo Purworejo, pihak rumah sakit sudah berusaha menangani luka mata Layla. Namun karena keterbatasan peralatan, dokter memberikan rekomendasi untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai.

"Akhirnya kami rujuk karena peralatan di Rumah Sakit kami (Tjitrowardoyo,) kurang memadai," kata pegawai RSUD Purworejo yang namanya tidak ingin disebutkan, Rabu (1/5).
Layla dan kakaknya diketahui tinggal bersama neneknya di Bedug Rt03/02 Bagelan. Layla anak yatim, sejak setahun lalu ayahnya meninggal dunia.Sedangkan ibunya bekerja di luar kota. Saat peristiwa terjadi kakak pertama Layla juga sedang berada di Solo.

Meski Layla telah menjalani operasi mata. Namun dokter yang menanganinya mengatakan bahwa operasi itu bukan untuk mengembalikan penglihatan Layla. Hanya mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Bibi Layla, Tri Wahyuni (35) dan neneknya Kusbandiyah (76) mengatakan, luka yang dialami keponakanya di bagian mata sebelah kanan sulit disembuhkan. Pernyataan itu bersumber dari dokter yang menanganinya.

"Dokter bilang mata sebelah kanan Layla, buta permanen. Kecil sekali kemungkinan disembuhkan karena bola matanya itu robek," katanya saat dikonfirmasi di RS Sardjito Jogjakarta.

Tri Wahyuni juga sangat mengecam tindakan kepolisian yang berlaku tidak sesuai prosedur. Ia pun meminta oknum polisi tersebut ditindak dengan tegas dan dihukum seberat-beratnya karena telah menyebabkan mata Layla cacat permanen.

Dirinya juga menyayangkan pihak Polres Purworejo yang terkesan menganggap remeh keluarga korban. Pasalnya sampai dengan satu hari selepas kejadian tersebut pihak Polres belum merespon peristiwa yang dialami korban.

Justru, Wakapolres Puworejo Kompol Andis Arfan membantah anggotanya melempar HT ke korban. Menurut Kompol Andis, saat itu petugas menghentikan kendaraan korban dengan tangan yang memegang HT dan mengenai wajah korban. O yos


Berita Lainnya
Senin, 27 Mei 2019
Minggu, 26 Mei 2019
Sabtu, 25 Mei 2019
Kamis, 23 Mei 2019
Rabu, 22 Mei 2019
Selasa, 21 Mei 2019
Minggu, 19 Mei 2019
Jumat, 17 Mei 2019
Kamis, 16 Mei 2019
Rabu, 15 Mei 2019
Minggu, 12 Mei 2019
Sabtu, 11 Mei 2019