Sabtu, 25 Mei 2019

Polda Metro Ringkus Pengancam Bunuh Jokowi

Polda Metro Ringkus Pengancam Bunuh Jokowi

Beritabatavia.com - Berita tentang Polda Metro Ringkus Pengancam Bunuh Jokowi

Seorang pria yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo dan Menko Polhukam Wiranto diringkus anggita reserse Polda Metro Jaya, tanpa melakukan ...

Ist.
Beritabatavia.com - Seorang pria yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo dan Menko Polhukam Wiranto diringkus anggita reserse Polda Metro Jaya, tanpa melakukan perlawanan. "Iya sudah ditangkap," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono ketika dikonfirmasi wartawan, Sabtu (25/5/2019).

Saat ini, pria tersebut masih diperiksa secara intesif oleh penyidik di Polda Metro Jaya. Diketahui pria itu menyerukan membunuh Jokowi dan Wiranto. Di mana video tersebut beredar di media sosial twitter dan juga Whatsapp dengan durasi 53 detik.

Dalam video tersebut, terdapat dua pria. Satu pria mengenakan pakaian putih dan bersorban hijau yang diikat di kepala. Sedangkan pria lainnya tampak mengenakan jaket kulit dan sorban berwarna gelap.

Ancaman diucapkan oleh pria bersorban hijau. Sementara pria yang bersorban gelap berperan sebagai perekam video. Argo menyebutkan yang ditangkap ialah pria bersorban hijau tersebut. "Yang ditangkap pakai sorban hijau," jelasanya.

Namun ditanyai lebih lanjut, Argo belum dapat menjelaskan lebih rinci terkait kronologis penangkapan pria tersebut. Berdasarkan video berdurasi 29 detik, terlihat dua orang tengah berjalan sambil melontarkan umpatan kepada Jokowi.

"Heh, Jokowi, ketemu kau sama saya, saya bunuh kau!," ujar pria bersorban hijau. Adapun orang yang memakai jaket kulit berwarna hitam berselendang berwarna merah. Ia terlihat hanya merekam sembari pria bersorban hijau terus mengumpat. "Kau dan antek-antek Wiranto, kaum jahanam! Bangsat kau! Pengkhianat kau!" ujar pria bersorban hijau.

Relawan Joko Widodo, C. Suhadi, melaporkan seseorang yang mengancam akan membunuh Presiden Jokowi dan Menko Polhukam Wiranto ke Polisi ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut dibuat pada 22 Mei 2019 dengan tuduhan makar.

"Saya sebagai anak bangsa enggak senang Kepala Negara dicaci maki. Sebagai rakyat dan relawan Jokowi saya tidak suka Presiden dicaci begitu, apalagi diancam mau dibunuh dan sebagainya," kata Suhadi ketika dikonfirmasi wartawan, pada Jumat (24/5/2019).

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3212/V/2019/PMJ/ Dit Reskrimum. Pasal yang disangkakan ialah makar atau pemufakatan jahat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP junto Pasal 87 KUHP. 0 BAIM



Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Minggu, 28 Juli 2019
Minggu, 28 Juli 2019
Jumat, 26 Juli 2019
Selasa, 23 Juli 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
Jumat, 19 Juli 2019
Rabu, 17 Juli 2019
Selasa, 16 Juli 2019
Senin, 15 Juli 2019
Selasa, 09 Juli 2019
Senin, 08 Juli 2019