Selasa, 04 Juni 2019

Kapolri: Teroris Sasar Anggota Polisi

Kapolri: Teroris Sasar Anggota Polisi

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolri: Teroris Sasar Anggota Polisi


Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, mengimbau seluruh personel pengamanan Idul Fitri, untuk tetap siaga dalam melakukan pengamanan. Ia meminta ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, mengimbau seluruh personel pengamanan Idul Fitri, untuk tetap siaga dalam melakukan pengamanan. Ia meminta aparat membawa senjata karena penyerangan terorisme di Sukoharjo, Jawa Tengah, menyasar anggota kepolisian.

"Bapak Kapolri telah mengingatkan pengamanan Idul Fitri tidak boleh sendiri, harus ada kawan yang mendampingi dan para personel juga harus bersenjata. Ini peringatan kepada teman-teman," ujarnya di Jakarta, Selasa (4/6/2019).

Sejak Januari 2019 sampai Mei 2019, Polri telah menangkap 71 orang teroris. Pada di Mei 2019 saja telah ditangkap 31 teroris. Mereka mengaku akan melakukan jihad, termasuk juga di Idul Fitri. Aparat polisi masih jadi sasaran mereka karena dalam pandangan mereka, aparat kepolisian adalah thogut atau setan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo menegaskan RA (22), terduga pelaku bom bunuh diri di Pos Pantau Lalu Lintas Pertigaan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019), masih amatiran dan RA terpapar paham radikal Negara Islam di Irak dan Suriah atau NIIS.

"Aksi amatiran RA yang sehari-hari pedagang pisang goreng, terlihat setelah polisi membandingkannya dengan penangkapan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Tengah pada 14 Mei 2019. Namun, hingga kini, polisi masih mendalami dari mana RA, pedagang gorengan, itu terpapar paham radikal," sambungnya.

Delapan anggota JAD Jateng yang ditangkap itu merupakan mantan kombatan yang beraksi lebih rapi. "Sekali mereka melakukan serangan, biasanya langsung, duar. Pasti ada korban. Kalau ini jelas amatiran. Rekam jejaknya di kelompok teroris belum terlihat," katanya.

Dijelaskan, ledakan di Kartasura pada Rabu malam itu dilihat langsung oleh saksi bernama Rangga. Saat itu Rangga sedang membantu polisi memasang lampu penerangan jalan. Saksi melihat RA mendekat ke pos pantau pukul 22.35. Saat itu RA mengenakan celana jeans dan pelantang suara di telinganya.

Selama lima menit, ia duduk di trotoar depan pos pantau. Lantas menuju pos pantau dan meledakkan diri. Setelah membersihkan tempat kejadian, polisi mengumpulkan barang bukti. Pada Selasa dini hari, polisi juga memeriksa rumah RA di RT 001 RW 002 Dusun Kranggan Kulon, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari lokasi ledakan.

Dari rumah RA, polisi menyita dua plastik belerang, satu plastik potasium klorat, campuran belerang, potasium klorat, dan arang atau yang dikenal black powder dalam dua kotak. Selain itu, juga ditemukan rangkaian elektronik untuk switching, baterai, serbuk putih diduga nitrat, dua plastik kabel, satu pipa, detonator manual, solder, dan sisa paku.

Dari hasil temuan di rumah RA, analisis serpihan di tempat kejadian, dan serpihan di tubuh pelaku, polisi menyimpulkan bahwa bom itu berjenis low eksplosif. Saat ini, kata Dedi, kesehatan RA berangsur stabil. Setelah RA sembuh, polisi akan menggali keterangan lebih lanjut.

Menurut Dedi, pelaku memercayai bahwa Ramadhan merupakan bulan baik untuk melakukan amaliah. Teroris, yang melakukan bom bunuh diri atau serangan terorisme lainnya, percaya bahwa mereka akan meninggal dalam keadaan mati syahid.

Pengamat terorisme Al Chaidar menyampaikan, kepolisian perlu menyelidiki lebih jauh dari mana RA terpapar paham radikal. Ini untuk membuktikan apakah RA termasuk lone wolf (di luar komando) atau masuk ke dalam jaringan teroris yang terstruktur.

Penangkapan JAD Jateng telah memancing reaksi anggota lain. Dia menduga, RA bagian dari JADĀ  Semarang. Fenomena ini sebagai teologi eskatologis. Pelaku memaknai kematian sebagai cara pintas memasuki surga. Kematian dipakai untuk menakut-nakuti musuh agama yang tak terdeskripsikan, dalam suatu "perang" yang tak pernah terdengar deklarasinya sekalipun. 0 DAY



Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Minggu, 28 Juli 2019
Minggu, 28 Juli 2019
Jumat, 26 Juli 2019
Selasa, 23 Juli 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
Sabtu, 20 Juli 2019
Jumat, 19 Juli 2019
Rabu, 17 Juli 2019
Selasa, 16 Juli 2019
Senin, 15 Juli 2019
Selasa, 09 Juli 2019
Senin, 08 Juli 2019