Selasa, 02 Juli 2019 13:53:14

e-TLE Dendanya Minimal Rp250 Ribu Maksimal Rp750 Ribu

e-TLE Dendanya Minimal Rp250 Ribu Maksimal Rp750 Ribu

Beritabatavia.com - Berita tentang e-TLE Dendanya Minimal Rp250 Ribu Maksimal Rp750 Ribu

Denda tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) berbeda-beda. Hal ini tergantung pelanggaran dilakukan masing-masing ...

 e-TLE Dendanya Minimal Rp250 Ribu Maksimal Rp750 Ribu Ist.
Beritabatavia.com - Denda tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) berbeda-beda. Hal ini tergantung pelanggaran dilakukan masing-masing pengendara. Pelanggaran terekam kamera E-TLE bukan hanya melanggar marka jalan, menerobos traffic light tapi pelanggaran sistem ganjil genap, tak menggunakan sabuk pengaman (safety belt), gunakan ponsel saat berkendara, dan kecepatan di atas 40 km/jam.

Setiap pelanggaran beda-beda dendanya sesuai aturan perundang-undangan. Namun, denda maksimal capai Rp750 ribu, papar Kasie STNK Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman di Jakarta, Selasa (02/07/2019).

Dilanjutkan, pelanggaran lalu lintas ini diatur dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Adapun denda maksimal dikenakan kepada pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara. Aturan tersebut terdapat dalam Pasal 106 ayat 1.

Pasal itu menyebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana. Ancamannya, bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu, kata Arif.

Bagi pelanggar rambu lalu lintas dapat dipidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling besar Rp500ribu. Kemudian, bagi pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah juga bisa dipidana. Pelanggar bisa dikenakan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu, sesuai Pasal 287 ayat 5, jelasnya.

Sementara itu untuk denda paling rendah, kata Arif, dikenakan kepada pengendara atau penumpang yang tidak menggunakan sabuk pengaman.
Setiap pengemudi atau penumpang yang tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu, sambungnya.

Diketahui, pelanggar diberi waktu hingga 14 hari untuk melakukan pembayara denda. Pembayaran denda dapat dilakukan melalui BRI Virtual Account. Meskipun tidak ada biaya tambahan jika pelanggar tidak membayar denda hingga 14 hari kerja, namun ada konsekuensi yang harus diterima oleh pelanggar. Yakni STNK para pelanggar diblokir sementara, hingga denda tersebut dibayarkan.

Apabila tidak dilakukan selama 14 hari, maka sebagaimana ketentuan dalam undang-undang, kita melakukan pemblokiran pajak STNK. Sehingga tidak bisa mungkin mau bayar pajak, memperpanjang STNK, (STNK akan diblokir) sampai dia melunasi atau membayar pelanggaran dendanya, sambungnya. 0 ERZ
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 21 Maret 2020
Jumat, 20 Maret 2020
Kamis, 19 Maret 2020
Sabtu, 14 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Minggu, 08 Maret 2020
Kamis, 05 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Minggu, 16 Februari 2020
Selasa, 11 Februari 2020
Sabtu, 08 Februari 2020
Selasa, 04 Februari 2020